Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI STUDI PRE-EXPERIMENTAL Yenni Anwar; Agnes Erlita Distriani Patade; Widyawati L. Situmorang
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension that characterized by systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg, and it is often referred to as “the silent killer” because the symptoms are often not realized until complications occur. In hypertension treatment could be done by non- pharmacological therapies such as lifestyle modification, as well as complementary therapies such as hydrotherapy and physical exercise. One effective hydrotherapy method is warm water foot bath therapy, which the feet socked for 20 minutes in water at 39-40°C. The general purpose of this study was to analyze the impact of warm water foot bath therapy on reducng blood pressure toward hypertensive patients at Kawatuna Public Health Center. This is quantitative research with a One-group Pretest-Posttest Design approach. The total of population in this study were 186 hypertensive patients at Kawatuna PHC, and total of sample was 15 respondents that taken by using Purposive Sampling technique. The results of the study of 15 respondents showed that there is impact before and after administering of warm water foot soak therapy on reducing blood pressure toward hypertensive patients at Kawatuna Public Health Center with the Wilcoxon Test value p-value= 0.000 (p = ≤0.05). There is an Impact of Warm Water Foot Soaked Therapy on Reducing Blood Pressure Toward Hypertensive Patients at Kawatuna Public Health Center.
Hubungan Penggunaan Media Sosial (Tiktok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja Sman 2 Palu Dinda Fradina Putri; Sisilia Ramang; Widyawati L. Situmorang
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): GJIK - Februari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i1.2058

Abstract

Remaja sangat rentan mengalami gangguan pola tidur yang buruk salah satu penyebabnya yaitu penggunaan media sosial dapat mengakibatkan gangguan pola tidur, penglihatan serta gangguan psikologis seperti stress dan depresi, tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan survei analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 644 orang jumlah sampel 86, dengan teknik pengambilan sampel Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian dari 86 responden (siswa) Uji yang dipakai adalah uji chi square, dengan hasil penelitian mayoritas responden yaitu 72,1%, menunjukkan pengunaan TikTok yang aktif sebanyak 62 responden, dimana terdiri dari 37 orang (43,0%) yang berpendapat bahwa tidak terdapat gangguan pola tidur atau memiliki pola tidur yang baik, dan berdasarkan hasil uji chi square, didapatkan p value: 0,000 (p value ≤ 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Kesimpulan sebagian besar Penggunaan Media Sosial (TikTok) secara aktif Pada Remaja SMAN 2 Palu dan sebagian besar Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu masuk pada ketori buruk. Saran dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan peneliti selanjutnya sebagai masalah baru yang dapat diteliti yang diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan terutaman kualitas tidur remaja karena kualitas tidur yang baik dapat meningkatan kestabilan emosional.
Pengaruh Pemberian Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Studi Pre-Experimental Yenni Anwar; Agnes Erlita Distriani Patade; Widyawati L. Situmorang
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v3i1.98

Abstract

Hypertension that characterized by systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg, and it is often referred to as “the silent killer” because the symptoms are often not realized until complications occur. In hypertension treatment could be done by non- pharmacological therapies such as lifestyle modification, as well as complementary therapies such as hydrotherapy and physical exercise. One effective hydrotherapy method is warm water foot bath therapy, which the feet socked for 20 minutes in water at 39-40°C. The general purpose of this study was to analyze the impact of warm water foot bath therapy on reducng blood pressure toward hypertensive patients at Kawatuna Public Health Center. This is quantitative research with a One-group Pretest-Posttest Design approach. The total of population in this study were 186 hypertensive patients at Kawatuna PHC, and total of sample was 15 respondents that taken by using Purposive Sampling technique. The results of the study of 15 respondents showed that there is impact before and after administering of warm water foot soak therapy on reducing blood pressure toward hypertensive patients at Kawatuna Public Health Center with the Wilcoxon Test value p-value= 0.000 (p = ≤0.05). There is an Impact of Warm Water Foot Soaked Therapy on Reducing Blood Pressure Toward Hypertensive Patients at Kawatuna Public Health Center.
Hubungan Pengetahuan Masyarakat terhadap Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam di Desa Sabang Kabupaten Tolitoli Alyu Indah Sari Jasi; Afrina Januarista; Widyawati L. Situmorang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 3 (2026): Desember (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenggelam atau drowning merupakan suatu kejadian cedera yang dikarenakan oleh perendaman (submersion/immersion) yang dapat mengakibatkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam. Kasus orang tenggelam sebagian besar terjadi pada daerah yang mayoritas profesinya adalah bekerja di perairan. Tenggelam merupakan salah satu kecelakaan yang dapat berujung pada kematian jika terlambat mendapat pertolongan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat terhadap pertolongan pertama pada korban tenggelam di Desa Sabang Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan penelitian Cross-Sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 1.258 jiwa dan sampel dalam penelitian ini 98 jiwa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Dari 93 responden distribusi frekuensi pengetahuan masyarakat menunjukan sebagian kecil berada pada kategori baik 27 responden (29.0%), pengetahauan cukup sebanyak 31 responden (33.3%), dan sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak  35 responden (33.3%). Hasil uji statistik Chi-square diperoleh nilai P=0,005 (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengtahuan masyarakat terhadap pertolongan pertama pada korban tenggelam di Desa sabang kabupaten Tolitoli. Terdapat hubungan pengetahuan masyarakat terhadap pertolongan pertama pada korban tenggelam di Desa Sabang Kabupaten Tolitoli. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat secara luas agar mengetahui tindakan yang perlu dilakuakan saat melakukan pertolongan pertama pada korban tenggelam.