Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERAN POLISI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA RINGAN DI WILAYAH DESA DAIAMA KECAMATAN LANDU LEKO KABUPATEN ROTE NDAO Canisius Ibu; Daniel Babu
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SOSIAL DAN HUMANIORA TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.105

Abstract

Pelaksaan penyelidikan maupun penyidikan seringkali penyidik menggunakan tindakan tindakan yang menimbukan rasa cemas bakhan ketakutan yang berlebihan bagi masyarakat. Persepsi masyarakat digunakan untuk mengukur kompetensi penyidik dalam melaksanakan perannya menangani tindak pidana ringan di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao. Tujuannya mendapatkan pendapat masyarakat secara langsung tentang kinerja polisi dalam menyelesaikan kasus tindak pidana ringan secara adil dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di desa Daiama. Metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 30 responden serta wawancara mendalam pada tanggal 8–9 Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap peran kepolisian, terutama dalam penegakan hukum, perlindungan, dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan personel dan kecenderungan masyarakat menyelesaikan perkara ringan melalui musyawarah adat atau Restoratif justice (RJ). Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kerja sama antara pihak kepolisian dan masyarakat untuk memperkuat kepercayaan publik dan efektivitas penanganan kasus pidana ringan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERAN POLISI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA RINGAN DI WILAYAH DESA DAIAMA KECAMATAN LANDU LEKO KABUPATEN ROTE NDAO Canisius Ibu; Daniel Babu
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SOSIAL DAN HUMANIORA TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.105

Abstract

Pelaksaan penyelidikan maupun penyidikan seringkali penyidik menggunakan tindakan tindakan yang menimbukan rasa cemas bakhan ketakutan yang berlebihan bagi masyarakat. Persepsi masyarakat digunakan untuk mengukur kompetensi penyidik dalam melaksanakan perannya menangani tindak pidana ringan di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao. Tujuannya mendapatkan pendapat masyarakat secara langsung tentang kinerja polisi dalam menyelesaikan kasus tindak pidana ringan secara adil dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di desa Daiama. Metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 30 responden serta wawancara mendalam pada tanggal 8–9 Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap peran kepolisian, terutama dalam penegakan hukum, perlindungan, dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan personel dan kecenderungan masyarakat menyelesaikan perkara ringan melalui musyawarah adat atau Restoratif justice (RJ). Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kerja sama antara pihak kepolisian dan masyarakat untuk memperkuat kepercayaan publik dan efektivitas penanganan kasus pidana ringan.
Persepsi Masyarakat terhadap Kepemimpinan Kepala Desa Lenguselu dalam Penyelesaian Konflik Tanah Daniel Babu
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan kepala desa dalam penyelesaian konflik tanah di Desa Lenguselu, Kecamatan Rote Selatan. Konflik pertanahan di desa ini muncul akibat batas tanah yang tidak jelas, pewarisan tanpa dokumen resmi, serta penggunaan lahan tanpa prosedur musyawarah. Kondisi tersebut menuntut kepala desa berperan sebagai mediator yang mampu menjaga keseimbangan antara hukum adat dan hukum formal. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif eksploratif. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada 30 responden, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen desa dan literatur terkait. Analisis data dilakukan secara kualitatif tematik dan kuantitatif deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan kepala desa berada pada kategori sangat tinggi. Masyarakat menilai kepala desa memiliki kemampuan mediasi yang baik, bersikap adil dalam pengambilan keputusan, serta melibatkan tokoh adat dan warga dalam proses penyelesaian konflik. Persepsi positif juga dipengaruhi oleh kedekatan sosial pemimpin dengan masyarakat dan kesesuaian kebijakan dengan nilai adat. Namun demikian, transparansi informasi dan dokumentasi keputusan masih perlu ditingkatkan agar kepercayaan publik semakin kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi masyarakat yang positif berperan penting dalam mendukung efektivitas kepemimpinan desa. Kepemimpinan yang partisipatif, komunikatif, dan berbasis kearifan lokal mampu memperkuat legitimasi sosial serta menjaga harmoni masyarakat. Implikasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan transparansi, sosialisasi kebijakan, dan penguatan dokumentasi pertanahan untuk mencegah konflik di masa depan.
Persepsi Masyarakat terhadap Kepemimpinan Kepala Desa Lenguselu dalam Penyelesaian Konflik Tanah Daniel Babu
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan kepala desa dalam penyelesaian konflik tanah di Desa Lenguselu, Kecamatan Rote Selatan. Konflik pertanahan di desa ini muncul akibat batas tanah yang tidak jelas, pewarisan tanpa dokumen resmi, serta penggunaan lahan tanpa prosedur musyawarah. Kondisi tersebut menuntut kepala desa berperan sebagai mediator yang mampu menjaga keseimbangan antara hukum adat dan hukum formal. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif eksploratif. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada 30 responden, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen desa dan literatur terkait. Analisis data dilakukan secara kualitatif tematik dan kuantitatif deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan kepala desa berada pada kategori sangat tinggi. Masyarakat menilai kepala desa memiliki kemampuan mediasi yang baik, bersikap adil dalam pengambilan keputusan, serta melibatkan tokoh adat dan warga dalam proses penyelesaian konflik. Persepsi positif juga dipengaruhi oleh kedekatan sosial pemimpin dengan masyarakat dan kesesuaian kebijakan dengan nilai adat. Namun demikian, transparansi informasi dan dokumentasi keputusan masih perlu ditingkatkan agar kepercayaan publik semakin kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi masyarakat yang positif berperan penting dalam mendukung efektivitas kepemimpinan desa. Kepemimpinan yang partisipatif, komunikatif, dan berbasis kearifan lokal mampu memperkuat legitimasi sosial serta menjaga harmoni masyarakat. Implikasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan transparansi, sosialisasi kebijakan, dan penguatan dokumentasi pertanahan untuk mencegah konflik di masa depan.