Imam Nazarudin Latif
Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Ergonomic Facility Management and Organizational Culture on Job Engagement through Quality of Work Life Simon Petrus; Imam Nazarudin Latif; Evi Kurniasari Purwaningrum; Erialdi Syahrial
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 2 (2026): JIMKES Edisi March 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i2.5090

Abstract

Human resources quality and job engagement are crucial to support high-pressure immigration services and ensure optimal, accountable public service delivery. This study examines whether environmentally ergonomic-based facility management and organizational culture influence job engagement among immigration office civil servants in the East Kalimantan-North Kalimantan region, and whether these effects operate through perceived quality of work life. Survey data from 397 civil servants were analyzed using partial least squares structural equation modeling with bootstrapping to estimate both direct and mediated relationships among the constructs. The results show that environmentally ergonomic-based facility management and organizational culture significantly improve the quality of work life, while neither variable has a significant direct effect on job engagement. Quality of work life exerts a strong positive effect on job engagement and fully transmits the effects of both workplace factors to engagement, indicating that improvements in engagement occur primarily when employees experience safer and healthier conditions, stronger development opportunities, and better work-life balance. The study discusses these patterns as evidence that public sector engagement initiatives are most effective when ergonomic and cultural interventions are integrated with programs that explicitly strengthen employees’ quality of work life.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada PT Zafina Analitika Inspektama Samarinda Tisya Ayu Andriani; Imam Nazarudin Latif; Eka Yudhyani
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i11.7195

Abstract

PT Zafina Analitika Inspektama Samarinda merupakan perusahaan jasa survei dan pengujian kualitas batubara yang keberhasilannya bergantung pada kinerja karyawan. Namun, perusahaan masih menghadapi kendala berupa fluktuasi kinerja, tingkat ketidakhadiran yang tinggi pada beberapa divisi, serta keterbatasan dalam penghargaan dan pengembangan karier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Motivasi Kerja dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode sensus terhadap 53 karyawan PT Zafina Analitika Inspektama Samarinda. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 3.0, meliputi uji validitas, reliabilitas, serta pengujian hubungan langsung, tidak langsung, dan mediasi antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan, sehingga menjadi faktor paling dominan dalam peningkatan produktivitas. Kompensasi tidak berpengaruh langsung terhadap Kinerja, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Sementara itu, Motivasi Kerja tidak berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja, dan Kepuasan Kerja tidak berpengaruh langsung maupun memediasi hubungan antara Motivasi, Kompensasi, dan Kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa Kinerja Karyawan lebih dipengaruhi oleh motivasi intrinsik seperti dorongan berprestasi dan tanggung jawab, sedangkan Kompensasi dan Kepuasan Kerja lebih berperan menjaga stabilitas serta kenyamanan kerja. Implikasinya, perusahaan perlu memperkuat aspek motivasional melalui pengembangan karier dan sistem penghargaan atas prestasi, disertai pemberian kompensasi yang adil dan kompetitif untuk mempertahankan kepuasan serta loyalitas karyawan.