Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat aktivitas ekonomi tinggi seperti Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan kepadatan penduduk terhadap ketimpangan pendapatan di wilayah perkotaan Pulau Jawa selama periode 2021–2025. Objek penelitian mencakup 30 kota di Pulau Jawa dengan menggunakan data sekunder berbentuk data panel. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Secara parsial, tingkat pengangguran terbuka dan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk tidak berpengaruh signifikan, meskipun pertumbuhan ekonomi memiliki arah hubungan positif. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,808797 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi ketimpangan pendapatan sebesar 80,88%. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja lebih berperan dalam menurunkan ketimpangan dibandingkan pertumbuhan ekonomi semata. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih merata guna mencapai distribusi pendapatan yang lebih adil.