Putri Riskikasari
Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka, Indeks Pembangunan Manusia, dan Kepadatan Penduduk Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Wilayah Perkotaan Pulau Jawa Tahun 2021-2025 Dea Agnia; Putri Riskikasari
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3513

Abstract

Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat aktivitas ekonomi tinggi seperti Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan kepadatan penduduk terhadap ketimpangan pendapatan di wilayah perkotaan Pulau Jawa selama periode 2021–2025. Objek penelitian mencakup 30 kota di Pulau Jawa dengan menggunakan data sekunder berbentuk data panel. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Secara parsial, tingkat pengangguran terbuka dan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk tidak berpengaruh signifikan, meskipun pertumbuhan ekonomi memiliki arah hubungan positif. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,808797 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi ketimpangan pendapatan sebesar 80,88%. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja lebih berperan dalam menurunkan ketimpangan dibandingkan pertumbuhan ekonomi semata. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih merata guna mencapai distribusi pendapatan yang lebih adil.
Pengaruh Jumlah Kasus Pembunuhan, Pencurian, Korupsi, dan PDRB ADHK terhadap Penanaman Modal Asing di 34 Provinsi Indonesia Tahun 2021-2025 Lora Hardiwiyana; Dea Agnia; Sulian Rafli; Putri Riskikasari; Ratu Eva Febriani
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i07.3530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah kasus pembunuhan, pencurian, korupsi, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) terhadap Penanaman Modal Asing (PMA) pada 34 provinsi di Indonesia periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Statistik Kriminal Indonesia, dan Kementerian Investasi/BKPM. Berdasarkan hasil uji Chow dan uji Hausman, model terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pencurian dan PDRB ADHK berpengaruh positif dan signifikan terhadap PMA, sedangkan variabel pembunuhan dan korupsi tidak berpengaruh signifikan terhadap PMA. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap PMA. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9236 menunjukkan bahwa 92,36% variasi PMA dapat dijelaskan oleh variabel dalam model. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor ekonomi yang tercermin melalui PDRB ADHK memiliki peran yang lebih dominan dalam menarik investasi asing dibandingkan faktor kriminalitas dan korupsi. Oleh karena itu, upaya peningkatan aktivitas ekonomi daerah dan penguatan daya saing wilayah perlu menjadi fokus utama dalam mendorong masuknya investasi asing di Indonesia.