Supadno Supadno
Universitas Teknologi Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Digital Administrasi Pertanahan dan Pelayanan Publik di Wilayah Kepulauan: Sebuah Systematic Literature Review (SLR) Supadno Supadno; Nur Wening
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3519

Abstract

Transformasi digital administrasi pertanahan menjadi agenda strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kepastian hukum, serta mengurangi permasalahan birokrasi dan praktik mafia tanah di Indonesia. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kesenjangan infrastruktur wilayah kepulauan, keamanan data, validitas dokumen historis, dan kesiapan sistem hukum dalam menghadapi pembuktian elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, hambatan, serta strategi penguatan transformasi digital administrasi pertanahan dan pelayanan publik melalui pendekatan multidimensional. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA terhadap 16 artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik berdasarkan aspek teknologi, hukum, sosial, dan tata kelola pemerintahan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sertifikat Tanah Elektronik, Mal Pelayanan Publik, Sistem Informasi Geografis, dan teknologi keamanan digital mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta integritas layanan. Pembahasan menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan validasi data, pemerataan infrastruktur, literasi digital, serta harmonisasi regulasi hukum. Risiko kalsifikasi kesalahan dan kekosongan hukum acara menjadi tantangan utama dalam menjamin keadilan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital administrasi pertanahan harus dikembangkan melalui integrasi teknologi, reformasi hukum, dan kebijakan inklusif agar mampu menciptakan pelayanan publik yang aman, adaptif, dan berkeadilan.