Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar Kota Makassar, menganalisis strategi yang digunakan oleh guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru dan mengevaluasi dampak kepemimpinan guru penggerak sebagai kepala sekolah terhadap kinerja guru dan kualitas pendidikan di sekolah dasar Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dari informan utama, informan pendukung dan informan kunci dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak sebagai kepala sekolah memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kinerja guru, melalui peningkatan kemampuan mengajar, peningkatan motivasi, dan peningkatan kerja sama antar guru. Guru penggerak sebagai kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru melalui strategi seperti pembinaan, pelatihan dan supervisi. Faktor-faktor seperti kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, serta menunjukkan bahwa dampak kepemimpinan guru penggerak sebagai kepala sekolah terhadap kinerja guru dan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru penggerak sebagai kepala sekolah sangat penting dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar Kota Makassar. Adapun penelitian ini juga menemukan beberapa faktor penghambat atau tantangan yang dihadapi oleh guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar kota Makassar, antara lain: (1) keterbatasan sumber daya, (2) kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, (3) kesulitan dalam mengelola waktu dan tugas, (4) kurangnya kemampuan kepemimpinan dan manajerial, dan (5) resistensi dari beberapa guru yang tidak siap untuk berubah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar kota Makassar dan dapat menjadi referensi untuk penelitian lainnya. This research aims to: (1) determine the feasibility of the project module strengthening the profile of independent curriculum Pancasila students, (2) determine the practicality of the project module strengthening the profile of independent curriculum Pancasila students, and (3) determine the effectiveness of the project module strengthening the profile of independent curriculum Pancasila students. This research and development refers to the ADDIE model development steps which include analysis, design, development, implementation and evaluation activities. The subjects in this study consisted of a small group test of 25 students and a small group test of 50 students from class V. Data collection was carried out using validation instruments for linguists, media experts, material experts, practicality responses questionnaires, practicality observation sheets, learning outcomes tests, attitude observations and student attitude questionnaires. The data analysis technique used descriptive statistical analysis. The results showed: (1) the project module strengthening the profile of students of the Pancasila independent curriculum was declared feasible by linguists, media experts and material experts with the category very feasible, (2) the project module strengthening the profile of students of the Pancasila independent curriculum was declared practical based on the project module practicality observation sheet with the category very practical, and (3) the project module strengthening the profile of students of the Pancasila independent curriculum was declared effective on student learning outcomes in small group tests and large group tests, observation sheets and attitude questionnaires with the category very effective.