Asih Widi Lestari
Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Google Form Sebagai Media Untuk Pengumpulan Data Bagi Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Endang Larasati Setianingsih; Sri Suwitri; Ida Hayu Dwimawanti; Juang Abdi Muhammad; Satria Aji Imawan; Renata Jati Nirmala; Asih Widi Lestari; Mochamad Rizki Fitranto
WINDRADI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : P3M FIA UNKRIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61332/windradi.v3i1.321

Abstract

This community service activity aimed to enhance the digital capacity of members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in Gedongmulyo Village, Lasem Subdistrict, Rembang Regency, particularly in utilizing Google Forms as a tool for data collection. In today’s digital era, proficiency in information technology has become essential, including for community-based organizations at the village level. The training was designed to provide participants with practical and applicable knowledge on how to create, distribute, and manage data through Google Forms. The training methods included lectures, demonstrations, and hands-on practice using a participatory approach to ensure effective knowledge transfer. The results of the activity showed a significant improvement in participants' understanding and skills. They successfully developed various digital forms tailored to organizational needs, such as family health surveys, attendance records, and activity evaluations. Beyond improving efficiency in data collection, which was previously done manually, this activity also contributed to enhancing the digital literacy of village residents. The training is expected to serve as an initial step toward digitalizing the administrative functions of the Gedongmulyo PKK and to inspire similar technology-based innovations within other grassroots community organizations.
Evaluasi Program Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kabupaten Sabu Raijua Urbanus Rohi; Siti Aisyah; Asih Widi Lestari
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i2.7577

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Program Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kabupaten Sabu Raijua sebagai upaya menekan angka kematian ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus evaluatif berdasarkan model Context, Input, Process, and Product (CIPP). Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan melibatkan 12 informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas unsur Dinas Kesehatan, pengelola program, tenaga kesehatan, pengguna layanan, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari aspek context, Program RTK telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, namun kebijakan sentralisasi layanan belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi geografis dan karakteristik sosial budaya setempat. Pada aspek input, sumber daya manusia dan fasilitas dasar telah tersedia, meskipun masih terdapat keterbatasan dukungan anggaran dan fasilitas pendukung. Dari aspek process, pelaksanaan program belum berjalan optimal karena sosialisasi, koordinasi, dan tingkat pemanfaatan layanan masih rendah. Pada aspek product, program RTK berkontribusi dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan maternal, tetapi rendahnya tingkat pemanfaatan menyebabkan dampaknya terhadap penurunan angka kematian ibu belum optimal. Hasil penelitian merekomendasikan perlunya penyesuaian kebijakan pengelolaan RTK yang lebih adaptif terhadap karakteristik wilayah kepulauan serta penguatan sosialisasi, dukungan sumber daya, dan tata kelola program.