Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Kritis Public Relations dalam Penanganan Kebakaran Kilang Minyak Dumai: Analisi Strategi Komunikasi PT Pertamina (Persero) Erlangga Ardy Saputra; Marwan Arif Hidayat; Julian Angga Saputra; Bayu Satyayoga Purwidyasmara
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 03 (2026): Juli - September
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i03.4865

Abstract

Krisis merupakan situasi yang dapat mengancam reputasi organisasi dan menuntut respons komunikasi yang cepat serta efektif. Kebakaran Kilang Pertamina Internasional Unit Dumai menjadi perhatian publik karena memunculkan berbagai pemberitaan dan respons masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi krisis PT Pertamina (Persero) dengan menggunakan perspektif Situational Crisis Communication Theory (SCCT). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif analitis melalui studi dokumentasi dari media daring, pernyataan resmi perusahaan, dan komunikasi digital selama penanganan krisis. Analisis isi digunakan untuk mengkategorikan temuan berdasarkan strategi respons krisis dalam SCCT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertamina menerapkan kombinasi strategi diminish dan rebuild. Strategi diminish digunakan untuk menurunkan persepsi ancaman melalui penegasan kondisi terkendali dan minimnya korban, sedangkan strategi rebuild diwujudkan melalui tindakan korektif, koordinasi lintas pihak, serta komunikasi terbuka melalui media massa dan media sosial. Media digital berperan penting dalam mendukung efektivitas komunikasi krisis dengan penyebaran informasi cepat dan transparan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi krisis Pertamina sesuai prinsip SCCT, khususnya dalam meredam kepanikan publik dan memulihkan kepercayaan. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi krisis sektor energi serta menjadi referensi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi komunikasi yang efektif.Kata Kunci: Manajemen Krisis, Public Relations, Komunikasi Krisis, Reputasi Perusahaan, SCCT.
Analisis Etika Bisnis terhadap Peredaran Kapsul Pemutih Ilegal Merek LSW di Indonesia Septya Syahputri; Yohanita Yohanita; Yohanes Stevano Geli Pea; Bayu Satyayoga Purwidyasmara
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1694

Abstract

Perkembangan industri kosmetik di Indonesia memberikan berbagai pilihan produk bagi masyaraka, namun juga diikuti dengan meningkatnya peredaran kosmetik ilegal yang belum memenuhi ketentuan keamanan dan legalitas. Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah kapsul merek LSW yang dipasarkan melalui media digital dengan berbagai manfaat klaim. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan etika bisnis oleh pelaku usaha serta perlindungan terhadap hak-hak konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peredaran kapsul pemutih ilegal merek LSW di Indonesia berdasarkan prinsip etika bisnis, perlindungan konsumen, serta ditinjau dari perspektif Public Relations. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan (library Research). data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, peraturan perundang-undangan, dan publikasi resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peredaran kapsul pemutih ilegal belum mencerminkan prinsip etika bisnis, khususnya pada aspekkejujuran, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dari sisi perlindungan konsumen, produk yang dipasarkan tanpa legalitas dapat merugikan masyarakat karena tidak memberikan jaminan keamanan dan kepastuan hukum. Sementara itu, Public Relations memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang transparan dan edukatif sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih produk kosmetik yang aman dan legal.