Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA GESING Suprabadevi Ayumayasari Saraswati; I Wayan Darya Kartika; I K. Putra Juliantara; Endang Wulandari Suryaningtyas; I Putu Gede Eka Handrayana Putra; Ni Luh Putu Kayika Febryanti; Victor Adi Winata; Uni Putri Audia Marpaung; I Made Gede Surasepa Dwi Wedanta; Ni Made Dwi Pebriyanti
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10384

Abstract

Tim Penggerak PKK (TP PKK) Desa Gesing sebagai mitra sasaran karena memiliki potensi untuk dioptimalkan sehingga kesejahteraan anggota kelompok (masyarakat pesisir) dapat ditingkatkan. Salah satu solusi yang diusulkan penulis adalah diversifikasi produk yaitu berupa produk olahan ikan dalam program pemerintah, melalui edukasi dan pelatihan produk olahan ikan dalam bentuk makanan sebagai pemenuhan nutrisi dan gizi anak-anak yang mengalami stunting. Oleh karenanya melalui sosiali Pemenuhan Gizi Seimbang melalui produk olahan ikan untuk kesehatan masyarakat melalui kegiatan rutin posyandu diharapkan dapat menekan angka pertumbuhan stunting di wilayah ini. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi (25–26 Juli 2025) dan implementasi (22–24 Agustus 2025): Penyerahan Hibah, edukasi “Gemar Makan Ikan” bagi anak-anak, pelatihan penerapan teknologi & olahan pangan lokal, serta workshop pencegahan stunting dan cara memilih ikan. Evaluasi menggunakan pre-test/post-test dan survei kepuasan Likert disertai monev harian. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang stunting dan manfaat konsumsi ikan, peningkatan keterampilan memilih serta mengolah ikan secara sehat, dan kepuasan peserta yang baik terhadap materi, metode, dan pendampingan. Program ini memperkuat kapasitas keluarga/kader dalam pencegahan stunting berbasis pangan ikan di tingkat desa.
A Decade of Dugong (Dugong dugon) Strandingsin Indonesia: Frequency and Response Efforts (2016–2025) Suprabadevi Ayumayasari Saraswati; I Putu Gede Eka Handrayana Putra; I Wayan Darya Kartika; Rizka DZulfikar; Dewa Gde Tri Bodhi Saputra
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12448

Abstract

Indonesian waters constitute a crucial habitat for the dugong (Dugong dugon), a herbivorous marine mammal currently classified as vulnerable. Despite being legally protected, its existence remains threatened by anthropogenic activities and stranding phenomena. This study aims to analyze the temporal frequency of dugong stranding events in Indonesia and the effectiveness of their technical response schemes. The method employed is a descriptive approach with quantitative and qualitative analyses utilizing verified secondary data from the 2016–2025 period. The results show that a total of 54 stranding events occurred fluctuatingly, with an average of 5–6 cases per year. The highest spike occurred in 2021 with 12 events, while the lowest was in 2020 with 1 event. The monthly stranding pattern is dynamic, reaching its highest peak in February, whereas the monsoon-based analysis demonstrates an even distribution of approximately 24%–26% per monsoon. This finding indicates that the risk of stranding remains persistent throughout the year. Out of the total cases, the majority of dugongs were found dead (90.74%), while the remaining (9.26%) were found alive. Qualitatively, the systematic handling procedures in the field have been structured into four main phases that separate actions based on the animal's condition code. Response for the live code (Code 1) focuses on first aid and release, whereas the dead code (Code 2–5) is prioritized for medical investigation (forensic necropsy) and burial.