Andi Hamzah Fansury
Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Mardia Mardia; Andi Hamsiah Hamsiah; Andi Hamzah Fansury
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6135

Abstract

Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis pengaruh signifikan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan supervisi akademik terhadap kinerja guru Sekolah Dasar di Gugus VI, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Populasi penelitian mencakup seluruh guru SD dalam gugus tersebut, dengan sampel sebanyak 65 responden yang diambil melalui teknik saturated sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data melibatkan statistik deskriptif dan inferensial berbantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Kegiatan KKG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (koefisien korelasi Pearson r = 0,986; p < 0,001), di mana partisipasi aktif dalam diskusi dan pelatihan kolaboratif meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru; (2) Supervisi akademik oleh kepala sekolah secara signifikan meningkatkan kinerja guru (r = 0,983; p < 0,001), terutama dalam perencanaan pembelajaran, manajemen kelas, dan evaluasi hasil belajar melalui umpan balik konstruktif; (3) Secara simultan, KKG dan supervisi akademik berkontribusi sinergis dalam membentuk lingkungan pengembangan profesional yang holistik (pengaruh kumulatif signifikan pada a = 0,05). Implikasi penelitian menegaskan perlunya optimalisasi agenda KKG berbasis kebutuhan riil kelas serta transformasi supervisi akademik menuju pendekatan kolaboratif. Rekomendasi kebijakan mencakup alokasi dana khusus pelatihan guru dan penyusunan panduan standar supervisi oleh Dinas Pendidikan. This quantitative study aims to analyze the significant influence of Teacher Working Group (KKG) activities and academic supervision on the performance of elementary school teachers in Cluster VI, Tamalanrea District, Makassar City. The research population encompassed all elementary teachers in the cluster, with a sample of 65 respondents selected via saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, while analysis employed descriptive and inferential statistics using SPSS version 25. Key findings reveal: (1) KKG activities exerted a positive and significant impact on teacher performance (Pearson correlation coefficient r = 0.986; p < 0.001), where active participation in collaborative discussions and training enhanced pedagogical and professional competencies; (2) Academic supervision by school principals significantly improved teacher performance (r = 0.983; p < 0.001), particularly in lesson planning, classroom management, and learning evaluation through constructive feedback; (3) Simultaneously, KKG and academic supervision synergistically contributed to a holistic professional development environment (cumulative effect significant at a = 0.05). The implications underscore the need to optimize KKG agendas based on classroom needs and transform academic supervision into collaborative approaches. Policy recommendations include special funding allocations for teacher training and standardized supervision guidelines by the Education Office.
Pengaruh Penggunaan Game Edukasi Quizizz Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Terhadap Minat Baca Dan Gaya Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah Martini Rahayu Rahayu; Mas&#039;ud Muhammadiah; Andi Hamzah Fansury
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan minat baca dan gaya belajar siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah sebelum dan setelah penggunaan game edukasi Quizizz dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dengan pengacakan siswa ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini dilakukan di SD Inpres Rantekombiling dan SD Inpres Panggajoang pada bulan Januari-Februari 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 26 siswa. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat baca dan gaya belajar siswa, sedangkan variabel bebasnya adalah penggunaan game edukasi Quizizz. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa pretest dan posttest untuk mengukur perubahan minat baca dan gaya belajar siswa sebelum dan setelah intervensi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk melihat signifikansi perbedaan antara pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam minat baca siswa setelah penggunaan Quizizz. Siswa yang sebelumnya memiliki minat baca rendah menunjukkan peningkatan yang berarti setelah pembelajaran berbasis gamifikasi diterapkan. Selain itu, gaya belajar siswa juga mengalami perubahan yang signifikan, di mana mereka mulai menyesuaikan strategi belajar mereka dengan metode yang lebih interaktif dan mandiri setelah menggunakan Quizizz. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan game edukasi dalam pembelajaran dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Dengan demikian, Quizizz dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran yang mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka guna meningkatkan minat baca dan menyesuaikan gaya belajar siswa sesuai dengan kebutuhan individu mereka. This study aims to analyze the differences in reading interest and learning styles among fifth-grade elementary school students in Budong-Budong Subdistrict, Mamuju Tengah Regency, before and after the use of the Quizizz educational game in the implementation of the Merdeka Curriculum. The study employed a quantitative approach using an experimental method. The research design was a true experimental design with students randomly assigned to experimental and control groups. The study was conducted at SD Inpres Rantekombiling and SD Inpres Panggajoang during January-February 2025, involving a total sample of 26 students. The dependent variables in this study were reading interest and learning styles, while the independent variable was the use of the Quizizz educational game. Data collection techniques included pretests and posttests to measure changes in students’ reading interest and learning styles before and after the intervention. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics to determine the significance of differences between pretest and posttest results. The findings revealed a significant improvement in students’ average reading interest after using Quizizz. Students who previously had low reading interest showed a notable increase after gamified learning was applied. Furthermore, students’ learning styles experienced significant changes, with students adapting their learning strategies to become more interactive and independent following the use of Quizizz. These results indicate that incorporating educational games in the learning process can serve as an effective strategy to enhance student engagement in education. Thus, Quizizz can be implemented as a learning medium that supports the Merdeka Curriculum, aiming to increase reading interest and align learning styles with students’ individual needs.
Implementasi Program Bengkel Ilmu Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Dan Menulis Pada Siswa Kelas Tinggi Di UPT SD Negeri 30 Tamalatea Nurhamka Nurhamka; Mas&#039;ud Muhammadiah; Andi Hamzah Fansury
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: implementasi program Bengkel Ilmu dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas tinggi, menganalisis implementasi program Bengkel Ilmu dalam mengatasi kesulitan menulis pada siswa kelas tinggi, tingkat kesulitan membaca siswa kelas tinggi setelah implementasi program Bengkel Ilmu dan tingkat kesulitan menulis siswa kelas tinggi setelah implementasi program Bengkel Ilmu di UPT SD Negeri 30 Tamalatea. Jenis Penelitian adalah penelitian gabungan dengan tipe eksploratoris sekuensial. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Implementasi program Bengkel Ilmu dalam mengatasi kesulitan membaca dan menulis pada siswa kelas tinggi di UPT SD Negeri 30 Tamalatea dilaksanakan dalam enam tahap yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, prognosis, treatment, dan evaluasi; Tingkat kesulitan membaca siswa kelas tinggi setelah implementasi program Bengkel Ilmu di UPT SD Negeri 30 Tamalatea mengalami penurunan; Tingkat kesulitan menulis siswa kelas tinggi setelah implementasi program Bengkel Ilmu di UPT SD Negeri 30 Tamalatea mengalami penurunan. This study aims to analyze: the implementation of the Bengkel Ilmu program in overcoming reading difficulties in high grade students, analyzing the implementation of the Bengkel Ilmu program in overcoming writing difficulties in high grade students, the level of reading difficulties of high grade students after the implementation of the Bengkel Ilmu program and the level of writing difficulties of high grade students after the implementation of the Bengkel Ilmu program at UPT SD Negeri 30 Tamalatea. The type of research is a combined research with a sequential exploratory type. Data collection techniques used interviews, observations, tests and documentation. Data were analyzed using qualitative and quantitative data analysis techniques. The results of this study indicate that: The implementation of the Bengkel Ilmu program in overcoming reading and writing difficulties in high grade students at UPT SD Negeri 30 Tamalatea was carried out in six stages, namely data collection, data processing, diagnosis, prognosis, treatment, and evaluation; The level of reading difficulties of high grade students after the implementation of the Bengkel Ilmu program at UPT SD Negeri 30 Tamalatea decreased; The level of writing difficulty of high grade students after the implementation of the Bengkel Ilmu program at UPT SD Negeri 30 Tamalatea decreased.
Evaluasi Program Kelompok Kerja Guru (KKG) Terhadap Kreativitas Guru Di Gugus Vi Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Rismayanti Rismayanti; Andi Hamsiah; Andi Hamzah Fansury
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6149

Abstract

Upaya peningkatan profesionalisme dan kreativitas guru menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar. Salah satu strategi yang diterapkan adalah melalui program Kelompok Kerja Guru (KKG) yang berfungsi sebagai wadah kolaboratif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi pembelajaran. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada efektivitas pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis evaluasi program Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan kreativitas guru di Gugus VI Kecamatan Tamalanrea. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan utama dan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKG memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas guru melalui peningkatan efektivitas perencanaan kegiatan, penyusunan materi pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran, penguatan kolaborasi antar guru, dan peningkatan penerapan materi dalam praktik kelas. Evaluasi yang dilakukan secara sistematis memungkinkan guru untuk merefleksikan dan menilai sejauh mana materi KKG berdampak pada kualitas pembelajaran. Beberapa faktor yang memengaruhi efektivitas evaluasi program meliputi keterlibatan aktif guru dalam evaluasi, kualitas materi evaluatif, kesinambungan program, dukungan dari fasilitator, serta kesesuaian evaluasi dengan kebutuhan profesional guru. Evaluasi berbasis refleksi terbukti mampu meningkatkan motivasi dan inovasi dalam pengembangan metode pembelajaran. Temuan ini memiliki implikasi pada pengembangan profesionalisme guru, perancangan metode evaluasi yang partisipatif dan reflektif, serta strategi manajerial untuk optimalisasi program KKG secara berkelanjutan. Improving teacher professionalism and creativity is a central focus in enhancing the quality of education at the elementary level. One of the strategies employed is the Teacher Working Group (KKG) program, which serves as a collaborative platform for sharing knowledge, experiences, and instructional innovations. However, the success of this program greatly depends on the effectiveness of its implementation and the systematic and reflective evaluations conducted. This study aims to describe and analyze the evaluation of the Teacher Working Group (KKG) program in enhancing teacher creativity in Cluster VI of Tamalanrea District. A qualitative research approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with primary and supporting informants. The findings indicate that the KKG program plays a significant role in fostering teacher creativity, particularly through improved planning effectiveness, training materials aligned with learning needs, strengthened collaboration among teachers, and increased application of materials in classroom practice. Structured evaluations allow teachers to reflect on and assess the extent to which KKG content contributes to the quality of learning. Several factors influence the effectiveness of the program evaluation, including teacher involvement, quality and relevance of evaluation materials, program sustainability, facilitator and peer support, and alignment with professional development needs. Reflection-based evaluation was found to enhance teacher motivation and innovation in developing instructional methods. These findings have implications for teacher professional development, the design of reflective and participatory evaluation methods, and managerial strategies for sustaining and optimizing KKG implementation.
Pengaruh Minat Baca Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas IV UPT SPF SD Negeri Baddoka Kota Makassar Nurfahmi Nurfahmi; Asdar Asdar; Andi Hamzah Fansury
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6229

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh signifikan minat baca dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV di UPT SPF SD Negeri Baddoka, Kota Makassar. Latar belakang didasarkan pada rendahnya capaian literasi Indonesia dalam laporan PISA 2022 (peringkat ke-74 dari 81 negara) serta ketidaktuntasan 67% siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia (KKM 75). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif ex post facto dengan teknik purposive sampling pada 88 siswa yang terbagi dalam tiga kelas (IV-A, IV-B, IV-C). Data dikumpulkan melalui angket minat baca dan motivasi belajar, serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial (uji regresi linear sederhana dan berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca berpengaruh signifikan dengan koefisien regresi 0,695 (p<0,001), di mana setiap peningkatan satu satuan minat baca meningkatkan hasil belajar sebesar 0,695 poin. Motivasi belajar memiliki pengaruh lebih dominan dengan koefisien 0,782 (p<0,001), di mana peningkatan satu satuan motivasi meningkatkan hasil belajar sebesar 0,782 poin. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 76% varians hasil belajar (R²=0,76). Siswa dengan minat baca tinggi ditandai durasi membaca >30 menit/hari dan frekuensi kunjungan perpustakaan 3–5 kali/minggu, sedangkan siswa termotivasi ditandai ketekunan (87%) dan inisiatif bel ajar mandiri (68%). Disparitas antarkelas mengungkapkan kelas IV-C memiliki capaian optimal (mean hasil belajar 84,83) akibat lingkungan literasi dan motivasi intrinsik yang lebih baik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi minat baca dan motivasi belajar membentuk landasan kognitif-afektif kritis bagi peningkatan hasil belajar. Implikasi pedagogis merekomendasikan revitalisasi program literasi berbasis konteks lokal, pelatihan guru dalam teknik scaffolding motivasional, dan integrasi platform digital berbasis gamifikasi. This study aims to analyze the significant influence of reading interest and learning motivation on the Indonesian language learning outcomes of fourth-grade students at UPT SPF SD Negeri Baddoka, Makassar City. The background is grounded in Indonesia’s low literacy achievement in the PISA 2022 report (ranked 74th out of 81 countries) and the incompleteness of 67% of students in Indonesian subjects (Minimum Completion Criteria/KKM 75). The research method employed an ex post facto quantitative approach with purposive sampling of 88 students across three classes (IV-A, IV-B, IV-C). Data were collected through questionnaires on reading interest and learning motivation, as well as learning outcome tests, and analyzed using descriptive and inferential statistics (simple and multiple linear regression tests). The results indicate that reading interest has a significant influence with a regression coefficient of 0.695 (p<0.001), where each one-unit increase in reading interest improves learning outcomes by 0.695 points. Learning motivation exhibits a more dominant effect with a coefficient of 0.782 (p<0.001), where a one-unit increase in motivation enhances learning outcomes by 0.782 points. Simultaneously, both variables explain 76% of the variance in learning outcomes (R²=0.76). Students with high reading interest are characterized by reading durations exceeding 30 minutes/day and library visit frequencies of 3–5 times/week, while motivated students demonstrate perseverance (87%) and independent learning initiative (68%). Inter-class disparities reveal that class IV-C achieves optimal results (mean learning outcome 84.83) due to superior literacy environments and intrinsic motivation. The study concludes that the synergy between reading interest and learning motivation forms a critical cognitive-affective foundation for improving learning outcomes. Pedagogical implications recommend revitalizing locally contextualized literacy programs, teacher training in motivational scaffolding techniques, and integrating gamification-based digital platforms.