Rosmawati Rosmawati
Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Karakter Terhadap Motivasi Belajar Dan Interaksi Sosial Di Sekolah Dasar Di Kecamatan Bontoa Muhammad Anwar Anwar; Sundari Hamid; Rosmawati Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendidikan Karakter terhadap Motivasi Belajar dan Interaksi Sosial siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, data dikumpulkan dari 108 siswa pada lima Sekolah Dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa angket dikembangkan untuk mengukur tiga variabel utama: Pendidikan Karakter, Motivasi Belajar, dan Interaksi Sosial. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil menunjukkan bahwa Pendidikan Karakter berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Belajar dengan nilai R = 0,562 dan R² = 0,316, serta terhadap Interaksi Sosial dengan R = 0,493 dan R² = 0,243. Regresi linear berganda mengindikasikan bahwa Motivasi Belajar dan Interaksi Sosial secara bersama-sama mempengaruhi Pendidikan Karakter dengan R = 0,606 dan R² = 0,367. Temuan ini menyiratkan bahwa Pendidikan Karakter merupakan determinan penting dalam meningkatkan motivasi akademik dan kualitas hubungan sosial siswa. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui integrasi nilai-nilai moral ke dalam kurikulum dan kultur sekolah secara berkelanjutan, khususnya di wilayah rural. Penelitian ini juga menawarkan model prediktif berbasis regresi sebagai dasar bagi perumusan kebijakan pendidikan karakter berbasis bukti di tingkat lokal. This study aims to analyze the influence of Character Education on Learning Motivation and Social Interaction among elementary school students in Bontoa District, Maros Regency. Employing a quantitative approach with an ex post facto design, data were collected from 108 students across five purposively selected elementary schools. A structured questionnaire was used to measure three core variables: Character Education, Learning Motivation, and Social Interaction. Data analysis involved both simple and multiple linear regression. The results revealed that Character Education significantly affects Learning Motivation (R = 0.562, R² = 0.316) and Social Interaction (R = 0.493, R² = 0.243). Multiple regression analysis indicated that Learning Motivation and Social Interaction jointly influence Character Education with R = 0.606 and R² = 0.367. These findings suggest that Character Education is a key determinant in enhancing students' academic motivation and social quality. The practical implication is the necessity of strengthening character education through sustained integration of moral values into both the curriculum and school culture, especially in rural areas. This research also proposes a regression-based predictive model as a foundation for evidence-based policymaking in local character education initiatives.
Penggunaan Wordwall Dalam Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Di Sekolah Dasar Sumiati Sumiati; Sundari Hamid; Rosmawati Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan teknologi Wordwall dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik disekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental One Group Pretest-Posttest Design, yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerima pembelajaran berdiferensiasi dengan Wordwall, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Kemampuan berpikir kritis peserta didik diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dengan Wordwall memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Wordwall terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif, serta memperkuat keterampilan berpikir analitis, evaluatif, dan pemecahan masalah. Dengan demikian, Wordwall dapat direkomendasikan sebagai alat bantu bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. This research aims to analyze the effectiveness of using Wordwall technology in differentiated learning to improve elementary school students' critical thinking skills. This research used a quantitative approach with a quasi-experimental One Group Pretest-Posttest Design, involving an experimental group and a control group. The experimental group received differentiated learning with Wordwall, while the control group followed conventional learning. Students' critical thinking skills were measured before and after the treatment. The research results showed that differentiated learning with Wordwall had a significant impact on improving students' critical thinking skills compared to conventional learning. Wordwall proved effective in encouraging active participation, as well as strengthening analytical, evaluative, and problem-solving skills. Thus, Wordwall can be recommended as a tool for teachers to create more engaging, interactive, and responsive learning to students'needs.
Kemampuan Berpikir Kritis Dan Motivasi Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Inpres Cambaya Melalui Model Discovery Learning Nureka Desiyanti; Andi Hamsiah Hamsiah; Rosmawati Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Discovery Learning terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar peserta didik sekolah dasar. Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa yang terlihat dari kurangnya keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, serta dominasi metode ceramah yang digunakan oleh guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kritis dan angket motivasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney melalui bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis sebesar 17,81% dan motivasi belajar sebesar 32,78% pada kelas eksperimen. Namun, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara kedua variabel tersebut secara simultan. Temuan ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning efektif diterapkan secara terpisah untuk masing-masing aspek, namun perlu pendekatan tambahan untuk mengintegrasikan keduanya. Hasil ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan model pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21. This study aims to examine the effectiveness of the Discovery Learning model in improving critical thinking skills and learning motivation among elementary school students. The primary issue addressed is the low level of students’ critical thinking and learning motivation, indicated by minimal active participation in the learning process and the predominant use of lecture-based teaching methods. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two classes, namely an experimental class and a control class. The research instruments included a critical thinking test and a learning motivation questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests with the help of SPSS version 26. The findings reveal that the implementation of the Discovery Learning model significantly improved critical thinking by 17.81% and learning motivation by 32.78% in the experimental class. However, no significant interaction was found between the two variables simultaneously. These findings suggest that while the Discovery Learning model is effective when applied separately to each domain, additional approaches are required to integrate both aspects. The results contribute substantially to the development of contextual and 21st-century skill-oriented learning models in primary education.