Kepemimpinan visioner merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pelayanan publik dituntut untuk mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasi kepemimpinan visioner, seperti rendahnya pemahaman mengenai visi organisasi, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, serta kurangnya keterlibatan seluruh warga sekolah dalam mendukung pengembangan organisasi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam mendukung kualitas pelayanan publik pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Plus Efarina dengan menggunakan metode sosialisasi partisipatif yang melibatkan 51 peserta, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup konsep kepemimpinan visioner, strategi implementasi dalam lingkungan sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan prima. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya komunikasi, kerja sama, dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung efektivitas pelayanan pendidikan. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kapasitas warga sekolah dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.