Hikmat Zakky Almubarok
Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Interoperabilitas Komunikasi dan Elektronika Dalam Integrasi Sistem Komunikasi Operasi dan Sistem Komunikasi Wilayah Guna Mendukung Satuan Tugas Pengaman Perbatasan Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat Ujang Sobandi; Hikmat Zakky Almubarok; Ruby Alamsyah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8689

Abstract

Penelitian ini membahas strategi interoperabilitas komunikasi dan elektronika (Komlek) dalam integrasi Sistem Komunikasi Operasi (Siskomops) dan Sistem Komunikasi Wilayah (Siskomwil) guna mendukung efektivitas Satgas Pamtas RI–Malaysia di Kalimantan Barat. Permasalahan penelitian berangkat dari kesenjangan antara kondisi ideal komunikasi militer yang terintegrasi dan kondisi aktual di perbatasan yang masih dipengaruhi hambatan geografis, keterbatasan infrastruktur, serta perbedaan platform dan prosedur komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi aktual Siskomops dan Siskomwil, mengklasifikasikan hambatan interoperabilitas, serta menilai strategi interoperabilitas Komlek dalam integrasi kedua sistem. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus pada Puskomlek TNI AD, Kodam XII/Tanjungpura, Korem 121/Alambhana Wanawai, serta pos-pos Satgas Pamtas di sektor Entikong, Jagoi Babang, dan Kapuas Hulu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan focus group discussion, serta diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siskomops dan Siskomwil telah berjalan dan saling mendukung, namun integrasinya masih bersifat fungsional–parsial. Hambatan interoperabilitas bersifat multidimensi pada aspek teknis, organisasi, dan regulasi, sehingga memengaruhi keandalan dan kesinambungan komunikasi untuk komando dan kendali. Strategi interoperabilitas yang muncul dari data menekankan keterpaduan sistem berjenjang, standarisasi perangkat, penguatan SOP dan SDM, ketahanan jaringan dan dukungan daya, serta penguatan pedoman teknis dan keamanan komunikasi agar integrasi berlangsung konsisten dan meningkatkan efektivitas Kodal Satgas.
Strategi Peningkatan Kemampuan Angkutan Laut Militer Komando Lintas Laut Militer Dalam Mendukung Operasi Darat Gabungan Antoni Tigor P Siahaan; Hikmat Zakky Almubarok; Ruby Alamsyah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8702

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan yang menempatkan angkutan laut militer sebagai unsur penting dalam mendukung mobilitas pasukan, alutsista, dan logistik pada Operasi Darat Gabungan (Opsratgab). Dalam praktiknya, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) memiliki peran sentral sebagai penopang proyeksi kekuatan TNI, namun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan yang memengaruhi efektivitas dukungannya. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana tantangan operasional dan strategis angkutan laut militer Kolinlamil dalam mendukung Opsratgab, serta bagaimana peluang pengembangan dan modernisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan operasional dan strategis tersebut serta mengidentifikasi peluang pengembangan dan modernisasi angkutan laut militer Kolinlamil dalam mendukung Opsratgab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan Kolinlamil bersifat kompleks dan sistemik, meliputi kesiapan armada, keterbatasan daya angkut, usia alutsista, kesinambungan pemeliharaan, dukungan logistik, integrasi antar matra, sinkronisasi komando dan kendali, serta adaptasi terhadap dinamika lingkungan strategis. Di sisi lain, peluang pengembangan dan modernisasi terbuka melalui modernisasi teknologi, dukungan kebijakan pertahanan, penguatan operasi gabungan, dan kerja sama dengan industri pertahanan nasional. Pembahasan menegaskan bahwa penguatan Kolinlamil tidak cukup dilakukan melalui penambahan platform semata, melainkan harus melalui pembenahan sistem dukungan operasional, interoperabilitas, logistik, pemeliharaan, dan penguatan kebijakan secara terpadu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa efektivitas Kolinlamil dalam mendukung Opsratgab ditentukan oleh kemampuannya untuk mengatasi tantangan internal secara menyeluruh sekaligus memanfaatkan peluang modernisasi secara terencana, terpadu, dan berbasis kebutuhan operasi gabungan.