Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Manajemen Logistik Obat pada Praktik Mandiri Bidan: Studi di Klinik Rismala Siagian Kabupaten Asahan Afni Febrianti; Rapotan Hasibuan; Al Kafi Mumtazah; Rahmah Aprida; Alya Najwa; Risna Utami
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8743

Abstract

Manajemen logistik obat menjadi aspek penting dalam pelayanan kefarmasian karena berperan dalam menjamin ketersediaan obat yang sesuai jenis, jumlah, waktu, dan mutu guna menunjang pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen logistik obat di Klinik Rismala Siagian Kabupaten Asahan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif melalui teknik observasi serta wawancara mendalam terhadap Kepala Klinik dan Bidan yang dipilih secara purposive, kemudian data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, analisis tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi telah diterapkan sesuai dengan kebutuhan pelayanan, termasuk penggunaan prinsip First Expired First Out (FEFO) dalam penyimpanan obat. Namun, penelitian menemukan bahwa pelaksanaan manajemen logistik masih menghadapi kendala berupa belum optimalnya penerapan standar operasional dan sistem pencatatan yang masih bersifat manual sehingga berpotensi menimbulkan inefisiensi serta kesalahan dalam pengelolaan persediaan obat. Klinik Rismala Siagian Kabupaten Asahan masih perlu melakukan penguatan standar operasional dan penerapan sistem informasi logistik berbasis digital guna meningkatkan efektivitas, ketepatan, dan keberlanjutan pengelolaan logistik obat di klinik.
Gambaran Masalah Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2026 Tri Niswati Utami; Nailah Nafisah; Kusnur Kholija; Risna Utami; Nabila Fitri; Mutiara Siddik; Azrina Febriyani Nasution; Khairani Natasya
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9015

Abstract

Permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia ditandai dengan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular yang terjadi bersamaan dengan masih tingginya kejadian penyakit menular. Kondisi tersebut juga ditemukan di Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat berdasarkan karakteristik responden, distribusi penyakit, serta menentukan prioritas masalah kesehatan menggunakan pendekatan community diagnosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui survei menggunakan kuesioner terhadap 98 responden dan didukung data sekunder sepuluh penyakit terbanyak dari UPTD Puskesmas Perbaungan periode Januari–Juni 2026. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, kemudian dilanjutkan dengan penentuan prioritas masalah menggunakan metode Pan American Health Organization (PAHO) berdasarkan kriteria Magnitude, Severity, Vulnerability, dan Community and Political Concern. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (76,5%) dengan kelompok usia terbanyak 50–59 tahun (33,33%). Berdasarkan data sekunder, penyakit terbanyak adalah demam (4.326 kasus), diikuti dispepsia (2.739), batuk (2.352), common cold (2.125), hipertensi (1.456), diabetes melitus (1.239), ISPA (702), dan idiopathic gout (271). Hasil penilaian metode PAHO menetapkan idiopathic gout sebagai prioritas utama intervensi (skor 120), diikuti diabetes melitus (96) dan hipertensi (90). Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Simpang Tiga Pekan masih menghadapi double burden of disease, sehingga hasil penentuan prioritas melalui metode PAHO dapat menjadi dasar penyusunan program promotif dan preventif yang lebih tepat sasaran.