Jeane Novita Irene Abbas
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Pasien Stroke Hemoragik Di Bangsal Rawat Inap RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Keisya Julita Putri Mokoginta; Jeane Novita Irene Abbas; Sri Andriani Ibrahim; Muhammad Isman Jusuf; Vivien Novarina A. Kasim
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke hemoragik merupakan penyakit neurologis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi dan berisiko menyebabkan kecacatan permanen. Stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak yang menyebabkan perdarahan pada jaringan otak dan ruang subaraknoid. Data mengenai karakteristik pasien stroke hemoragik di Provinsi Gorontalo masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk menggambarkan karakteristik pasien stroke hemoragik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif data sekunder berupa rekam medis di bangsal rawat inap RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo periode Januari - Desember 2024. Dari 110 data pasien yang ditemukan, sebanyak 51 rekam medis memenuhi kriteria inklusi dan digunakan sebagai sampel penelitian. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, gejala awal, defisit neurologis, hasil CT Scan (Computed Tomography Scan) kepala, lama rawatan, dan hasil akhir pasien. Kelompok usia terbanyak adalah 45–54 tahun sebanyak 21 pasien (41,2%). Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 29 pasien (56,9%). Gejala awal terbanyak berupa kelemahan anggota gerak satu sisi. Defisit neurologis yang sering ditemukan adalah penurunan kesadaran dan hemiparesis/hemiplegia. Hasil CT scan kepala dominan perdarahan intraserebral (ICH) lesi hiperdens sebanyak 27 pasien (52,9%). Pasien terbanyak dirawat selama 8–14 hari sejumlah 28 pasien (54,9%), diikuti hasil akhir pasien didominasi kondisi membaik sebanyak 43 pasien (84,3%). Pasien stroke hemoragik didominasi kelompok usia 45–54 tahun dan laki-laki. CT scan kepala terbanyak berupa perdarahan intraserebral, dengan lama rawatan dominan 8–14 hari dan hasil akhir pasien sebagian besar membaik