Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Pengendali Lingkungan yang Membentuk Struktur Komunitas Plankton di Berbagai Ekosistem Pesisir Kawasan Konservasi Perairan Sekotong, Indonesia Widia Tri Utami; Chandrika Eka Larasati; Paryono; Raja Aditya Sahala Siagian; Kara Muriel Angela Majerus
Vol 16 No 3 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i3.2296

Abstract

Plankton are crucial biological components driving the marine food web. This study aims to analyze the plankton community structure and identify the environmental drivers across diverse coastal ecosystems in Batu Putih Village, Sekotong Marine Protected Area (MPA), West Lombok. Field sampling was conducted in October 2025 across ten observation stations (encompassing mangrove, seagrass, coral reef, and anthropogenic zones) using a purposive sampling method. Data analysis included abundance, ecological indices (), and multivariate modeling via Canonical Correspondence Analysis (CCA). The results revealed that phytoplankton abundance ranged from 27 to 139 ind/L, peaking at the port area (ST10) and reaching its lowest in the coral reef ecosystem (ST5). Zooplankton abundance varied from 5 to 86 ind/L, with the highest concentration found in the mangrove ecosystem (ST8) and the lowest at ST1. The Bacillariophyceae (diatoms) and Copepoda groups emerged as the most dominant taxa. Generally, the diversity index was moderate with high evenness and low dominance, reflecting a relatively stable community. However, a community structure anomaly occurred at ST8, marked by a sharp decline in evenness () driven by the dominance of specific genera. The CCA ordination demonstrated that nitrate, phosphate, temperature, pH, and dissolved oxygen (DO) are the primary environmental drivers governing the spatial distribution of plankton. These findings indicate that while coastal waters generally support a stable community, anthropogenic-driven water quality fluctuations in specific zones could trigger ecological vulnerabilities. Consequently, continuous monitoring of water quality and managing domestic waste disposal are crucial to ensuring the long-term sustainability of the Sekotong MPA.
PENINGKATAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK PADA SISWA SD NEGERI 04 BATU PUTIH, KECAMATAN SEKOTONG, LOMBOK BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Wiwid Lestariningsih; Gelsey Irene Eteua; Mahardika Rizqi Himawan; Raja Aditya Sahala Siagian; Kara Muriel Angela Majerus
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.10914

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang paling dominan mencari lingkungan pesisir karena sulit terurai secara alami. Rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya anak usia sekolah, terhadap pengelolaan sampah plastik menjadi tantangan dalam upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan keterampilan siswa dalam pengelolaan sampah plastik melalui edukasi dan praktik daur ulang. Kegiatan dilaksanakan pada 17 April 2026 di SD Negeri 04 Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan melibatkan sekitar 30 siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, demontrasi, dan praktik langsung pembuatan kerajinan dari botol, gelas, dan tutup plastik bekas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias serta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan dan pentingnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Selain itu, siswa mampu menghasilkan berbagai kerajinan sederhana dari limbah plastik yang menunjukkan meningkatnya kreativitas dan keterampilan dalam memanfaatkan kembali sampah menjadi produk yang bernilai guna, kegiatan ini membeikan pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif sehingga berkontribusi dalam menumbuhkan kepeduliaan lingkungan serta mendorong penerapan pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.