Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI TIGA ASPEK Dela Ruswati; Widia Tri Utami; Eka Senjayawati
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2018): MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Matematika memiliki peranan penting dalam tercapainya tujuan pendidikan. Salah satu kemampuan yang dapat meningkatkan ketercapaian tujuan dalam belajar matematika yakni kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan tingkat tinggi yang penting dimiliki oleh peserta didik. Indikator dalam kemampuan pemecahan masalah adalah; (1) Mengidentifikasi data diketahui, data ditanyakan, dan kecukupan data untuk pemecahan masalah; (2) Mengidentifikasi strategi yang dapat ditempuh; (3) Menyelesaikan model matematika disertai alasan; dan (4)Memeriksa kebenaran solusi yang diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dan bertujuan untuk menganalisis kesalahan dalam menyelesaikan soal kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari tiga aspek kesalahan yaitu; (1) Kesalahan Konseptual; (2) Kesalahan Prosedural; dan (3) Kesalahan Teknik. Subyek yang digunakan adalah siswa kelas IX di SMP Negeri 47 Bandung. Bentuk pengambilan data yaitu pemberian soal tes dengan indikator berbeda pada setiap butir soal dn wawancara pada subyek yang terpilih.  Dari rekapitulasi perhitungan yang telah dilakukan, didapat bahwa persentase kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa yakni kesalahan prosedural, dimana siswa masih melakukan kesalahan pada langkah pengerjaan dalam menyelesaikan soal kemampuan pemecahan masalah. Kesalahan ini disebabkan siswa tidak teliti dalam langkah pengerjaan dan menganggap bahwa beberapa langkah tidak perlu dituliskan secara lengkap. Dari sampel yang diteliti, kemampuan pemecahan masalah matematis masih harus ditingkatkan. Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Pemecahan Masalah
Faktor Pengendali Lingkungan yang Membentuk Struktur Komunitas Plankton di Berbagai Ekosistem Pesisir Kawasan Konservasi Perairan Sekotong, Indonesia Widia Tri Utami; Chandrika Eka Larasati; Paryono; Raja Aditya Sahala Siagian; Kara Muriel Angela Majerus
Vol 16 No 3 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i3.2296

Abstract

Plankton are crucial biological components driving the marine food web. This study aims to analyze the plankton community structure and identify the environmental drivers across diverse coastal ecosystems in Batu Putih Village, Sekotong Marine Protected Area (MPA), West Lombok. Field sampling was conducted in October 2025 across ten observation stations (encompassing mangrove, seagrass, coral reef, and anthropogenic zones) using a purposive sampling method. Data analysis included abundance, ecological indices (), and multivariate modeling via Canonical Correspondence Analysis (CCA). The results revealed that phytoplankton abundance ranged from 27 to 139 ind/L, peaking at the port area (ST10) and reaching its lowest in the coral reef ecosystem (ST5). Zooplankton abundance varied from 5 to 86 ind/L, with the highest concentration found in the mangrove ecosystem (ST8) and the lowest at ST1. The Bacillariophyceae (diatoms) and Copepoda groups emerged as the most dominant taxa. Generally, the diversity index was moderate with high evenness and low dominance, reflecting a relatively stable community. However, a community structure anomaly occurred at ST8, marked by a sharp decline in evenness () driven by the dominance of specific genera. The CCA ordination demonstrated that nitrate, phosphate, temperature, pH, and dissolved oxygen (DO) are the primary environmental drivers governing the spatial distribution of plankton. These findings indicate that while coastal waters generally support a stable community, anthropogenic-driven water quality fluctuations in specific zones could trigger ecological vulnerabilities. Consequently, continuous monitoring of water quality and managing domestic waste disposal are crucial to ensuring the long-term sustainability of the Sekotong MPA.