Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen operasional Teaching Factory (TeFa) di SMKN 1 Kotaagung Timur menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif dengan metode campuran. Responden penelitian berjumlah 56 orang yang terdiri kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru produktif, peserta didik, dan mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif berdasarkan empat komponen evaluasi CIPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen context memperoleh tingkat ketercapaian sebesar 78%, input sebesar 83%, process sebesar 80%, dan product sebesar 79%, yang seluruhnya berada pada kategori baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manajemen operasional TeFa telah berjalan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI. Secara keseluruhan, evaluasi manajemen operasional TeFa memperoleh tingkat ketercapaian sebesar 80% dengan kategori baik. Hasil penelitian mengimplikasikan perlunya penguatan perencanaan operasional, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyempurnaan standar operasional berbasis industri, penguatan sistem monitoring dan evaluasi, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penyelenggaraan Teaching Factory.