Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

A comparison of accountability models in school counseling programs Mujiyati Mujiyati; Shinta Mayasari; Sofwan Adiputra
Konselor Vol 9, No 3 (2020): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.313 KB) | DOI: 10.24036/0202093110561-0-00

Abstract

The purpose of this study is to analyze the strengths and weaknesses of each accountability evaluation model, in order to make counseling programs easier for counselors to carry out. The method used was qualitative research, which focuses on meanings, definitions, characteristics, symbols and explanations of the concepts learned. The research data was collected through literature reviews and document analysis. In this study, descriptive document analysis methods were also used in data measurement. Descriptive analysis method aims to test the facts and meanings of a research systematically. This model was formed based on different initial goals in the implementation of counseling services. Moreover, Accountability Evaluation Models of School Counseling Program has each of its advantages and disadvantages. The counselor should choose part of the models which is appropriate to the situation and easy to implement in the school, in order for the implementation processes of the institution counseling program to be measured and planned in the future.
Teknik Konseling Solat Bahagia untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Mahasiswa Cici Yulia; Nuraini Nuraini; sofwan Adiputra
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.611102

Abstract

Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas teknik konseling shalat bahagia untuk meningkatkan penerimaan diri (self awareness) klien. Penelitian ini membahas tentang cara Teknik T2Q (tawakal, tuma’ninah, dan Qonaah) di dalam Teknik konseling yang diberikan langsung kepada klien yang sedang memiliki permasalahan terhadap penerimaan dirinya. Metode pelaksanaan terapi shalat Bahagia yang di gunakan adalah SUBHAN TURUT HADIR di MASJID Untuk AKSI SOSIAL yang di adaptasi dari therapi solat Bahagia Prof. Ali Aziz. Adapun teknik pengambilan sampel yang dalam penelitian ini yakni purposive samping yakni pengambilan sampel yang didasarkan oleh suatu alasan tertentu. Peneliti menggunakan metode penelitian Eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji-wilcoxon dan Kolmogorov smirnov.
Pelatihan Penyusunan dan Pengevaluasian Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif pada MGBK SMA dan SMK di Kabupaten Tanggamus Mujiyati; Syarifuddin Dahlan; Redi Eka Andriyanto; Sofwan Adiputra
Nuwo Abdimas Vol. 2 No. 1 (2023): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aims to provide guidance and counseling teacher understanding and knowledge and skills in preparing and evaluating comprehensive guidance and counseling programs in schools. The methods used to achieve these objectives, namely: (1) presentation of the material; presents an analysis of various programming concepts and how to evaluate them; (2) brainstorming; dig up information related to participants' understanding and efforts that have been made and (3) practice; improve the ability of participants in preparing and evaluating programs. The training activities were carried out for 2 days at SMKN 1 Kota Agung Barat with 40 guidance and counseling teachers participating in the Guidance and Counseling Teacher Consultation (MGBK) for SMA and SMK in Tanggamus Regency. The results of this community service activity show that the level of understanding of the guidance and counseling teachers on the concepts and praxis of the guidance and counseling assessment has increased with an average capacity improvement score of 24.11% from before the training was carried out. The percentage increase shows that the training is beneficial to participants in preparing and evaluating programs.
Manajemen Sekolah Lansia dalam Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik Lanjut Usia di Sekolah Lansia Mutiara Senja Pekon Wates 2026 [Management of Elderly Schools in Improving the Independence of Elderly Learners at Mutiara Senja Elderly School Wates Village 2026] Surya Dwi Saputra; Siswoyo Siswoyo; Arman Arman; Sofwan Adiputra
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261526

Abstract

The implementation of education for older adults through elderly schools requires effective management so that the program can run well and produce a tangible impact. The application of such management can contribute to improving the independence of elderly learners within the school environment. This study aims to examine management functions, namely planning, organizing, implementation, and supervision, in the organization of learning activities for the elderly related to independence. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design to provide an in-depth description of the implementation of elderly school management. The data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. The findings revealed that the management of Mutiara Senja Elderly School in Wates Village has been systematically implemented through the functions of planning, organizing, implementation, and supervision in a directed, participatory manner and oriented toward the needs of elderly learners. The implementation of this management has had a significantly positive impact on improving the independence of elderly learners, as indicated by increased self-confidence, social interaction skills, active participation, and independence in carrying out daily life activities. It is recommended that elderly schools continue to improve the quality of management functions through planning based on the needs of learners. Abstrak. Pelaksanaan pendidikan bagi lansia melalui sekolah lansia mensyaratkan manajemen yang efektif agar program dapat berjalan dengan baik dan berdampak nyata. Penerapan manajemen tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian peserta didik lanjut usia di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran bagi lanjut usia terkait kemandirian. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, untuk menggambarkan secara mendalam pelaksanaan manajemen sekolah lansia. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian manajemen Sekolah Lansia Mutiara Senja Pekon Wates telah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang terarah, partisipatif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik lanjut usia. Penerapan manajemen tersebut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemandirian peserta didik lanjut usia, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kepercayaan diri, kemampuan berinteraksi sosial, partisipasi aktif, serta kemandirian dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Saran yang diajukan sekolah lansia diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas fungsi manajemen melalui perencanaan yang berbasis kebutuhan peserta didik.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Isnindari Isnindari; Sofwan Adiputra; M Badrun M Badrun
Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Jurnal Ilmiah Multi Science Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jiem.v17i01.3664

Abstract

Kompetensi profesional guru merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi guru diduga menjadi faktor yang memengaruhi peningkatan kompetensi profesional guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi guru, serta pengaruh keduanya secara simultan terhadap kompetensi profesional guru SMA Negeri di Kecamatan Pringsewu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 97 guru SMA Negeri di Kecamatan Pringsewu. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 26,10% terhadap kompetensi profesional guru, sedangkan motivasi guru memberikan kontribusi sebesar 55,80%. Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi profesional guru dengan kontribusi sebesar 57,70%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi profesional guru dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah serta peningkatan motivasi kerja guru secara berkelanjutan.
EVALUASI MANAJEMEN OPERASIONAL TEACHING FACTORY MENGGUNAKAN MODEL CIPP Arlia Rohmah; Sofwan Adiputra; Arman Arman
Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Jurnal Ilmiah Multi Science Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jiem.v17i01.3665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen operasional Teaching Factory (TeFa) di SMKN 1 Kotaagung Timur menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif dengan metode campuran. Responden penelitian berjumlah 56 orang yang terdiri kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru produktif, peserta didik, dan mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif berdasarkan empat komponen evaluasi CIPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen context memperoleh tingkat ketercapaian sebesar 78%, input sebesar 83%, process sebesar 80%, dan product sebesar 79%, yang seluruhnya berada pada kategori baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manajemen operasional TeFa telah berjalan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI. Secara keseluruhan, evaluasi manajemen operasional TeFa memperoleh tingkat ketercapaian sebesar 80% dengan kategori baik. Hasil penelitian mengimplikasikan perlunya penguatan perencanaan operasional, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyempurnaan standar operasional berbasis industri, penguatan sistem monitoring dan evaluasi, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penyelenggaraan Teaching Factory.
PENGARUH LITERASI DIGITAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI Indah Mawar Sari; Sofwan Adiputra; Arman Arman
Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Jurnal Ilmiah Multi Science Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jiem.v17i01.3667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian berjumlah 150 pegawai, dengan sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket tertutup menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan literasi digital yang didukung oleh budaya organisasi yang kondusif mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pegawai. Oleh karena itu, penguatan literasi digital serta pengembangan budaya organisasi yang positif perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan Sekolah Dasar Negeri.
PENGELOLAAN ECOSYSTEMIC EDUCATION PADA SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN (STUDI KASUS PADA UPT SD NEGERI 2 MARGODADI) sri nur hidayah nur; Sofwan Adiputra; Arman; Siswoyo
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8.i2.3955

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Ecosystemic Education in the Eco-Friendly School (Adiwiyata Program) at UPT SD Negeri 2 Margodadi using Bronfenbrenner’s ecological systems theory, which includes the microsystem, mesosystem, exosystem, and macrosystem levels. A qualitative case study design was employed, with data collected through observations, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed thematically following Saldana’s (2021) coding procedures. The findings reveal that the microsystem level is characterized by strong ecological habituation developed through direct teacher–student interactions, modeling, and daily environmental practices. Within the mesosystem, collaboration among the school, parents, and community reinforces consistent ecological values across settings. At the exosystem level, school policies, facilities, and external partnerships provide essential structural support. Meanwhile, the macrosystem demonstrates that cultural values, national environmental education policies, and religious norms strengthen the ecological orientation of the school. The study concludes that implementing Ecosystemic Education not only shapes students’ ecological behavior but also constructs a sustainable school culture. The implications call for strengthening collaborative networks, expanding external support systems, and integrating sustainability principles into school policies and curricula to ensure comprehensive ecological transformation.
MANAJEMEN STRATEGIS ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI MEMBACA SISWA DI SD NEGERI 1 SIDODADI BANDAR LAMPUNG Yossy Zahara Nisa; Sofwan Adiputra; Arman Arman
Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Jurnal Ilmiah Multi Science Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jiem.v16i01.2978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi aktual budaya literasi serta mengkaji tahapan manajemen strategis yang diterapkan dalam pengembangan budaya literasi di SD Negeri 1 Sidodadi Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian berada di SD Negeri 1 Sidodadi Bandar Lampung dan dilaksanakan pada tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan pustakawan yang terlibat secara langsung dalam implementasi program literasi sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya literasi di SD Negeri 1 Sidodadi Bandar Lampung telah berjalan secara efektif melalui penerapan manajemen strategis oleh kepala sekolah serta kolaborasi yang solid antar tenaga pendidik dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program literasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
IMPLEMENTASI LEARNING ORGANIZATION DALAM MANAJEMEN PROGRAM SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN (Studi pada UPT SMP Negeri 1 Pagelaran) Sulisty Wharyanti; Sofwan Adiputra; Fatqul Hajar Aswad
Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Jurnal Ilmiah Multi Science Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi learning organization dalam manajemen Program Sekolah Ramah Lingkungan di UPT SMP Negeri 1 Pagelaran melalui lima dimensi utama, yaitu personal mastery, mental models, shared vision, team learning, dan systems thinking, serta mengkaji kontribusinya terhadap penguatan pengelolaan sekolah ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan tenaga kependidikan, dengan pemilihaninforman dilakukan secara purposif berdasarkan keterlibatan dan perannya dalam pelaksanaan Program Adiwiyata. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik yang mencakup tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi learning organization telah terimplementasi dalam manajemen program melalui refleksi individu, pembaruan pola pikir, pembentukan visi bersama, penguatan kerja sama tim, serta kemampuan memahami keterkaitan sistemik antarproses pengelolaan sekolah. Temuan inimengindikasikan bahwa penguatan budaya organisasi pembelajar berperan signifikan dalam mendukung keberlanjutan Program Sekolah Ramah Lingkungan dan berpotensi menjadi model pengembangan manajemen sekolah ramah lingkungan.