Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Sekolah Lansia dalam Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik Lanjut Usia di Sekolah Lansia Mutiara Senja Pekon Wates 2026 [Management of Elderly Schools in Improving the Independence of Elderly Learners at Mutiara Senja Elderly School Wates Village 2026] Surya Dwi Saputra; Siswoyo Siswoyo; Arman Arman; Sofwan Adiputra
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261526

Abstract

The implementation of education for older adults through elderly schools requires effective management so that the program can run well and produce a tangible impact. The application of such management can contribute to improving the independence of elderly learners within the school environment. This study aims to examine management functions, namely planning, organizing, implementation, and supervision, in the organization of learning activities for the elderly related to independence. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design to provide an in-depth description of the implementation of elderly school management. The data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. The findings revealed that the management of Mutiara Senja Elderly School in Wates Village has been systematically implemented through the functions of planning, organizing, implementation, and supervision in a directed, participatory manner and oriented toward the needs of elderly learners. The implementation of this management has had a significantly positive impact on improving the independence of elderly learners, as indicated by increased self-confidence, social interaction skills, active participation, and independence in carrying out daily life activities. It is recommended that elderly schools continue to improve the quality of management functions through planning based on the needs of learners. Abstrak. Pelaksanaan pendidikan bagi lansia melalui sekolah lansia mensyaratkan manajemen yang efektif agar program dapat berjalan dengan baik dan berdampak nyata. Penerapan manajemen tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian peserta didik lanjut usia di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran bagi lanjut usia terkait kemandirian. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, untuk menggambarkan secara mendalam pelaksanaan manajemen sekolah lansia. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian manajemen Sekolah Lansia Mutiara Senja Pekon Wates telah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang terarah, partisipatif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik lanjut usia. Penerapan manajemen tersebut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemandirian peserta didik lanjut usia, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kepercayaan diri, kemampuan berinteraksi sosial, partisipasi aktif, serta kemandirian dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Saran yang diajukan sekolah lansia diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas fungsi manajemen melalui perencanaan yang berbasis kebutuhan peserta didik.
EVALUASI MANAJEMEN OPERASIONAL TEACHING FACTORY MENGGUNAKAN MODEL CIPP Arlia Rohmah; Sofwan Adiputra; Arman Arman
Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Jurnal Ilmiah Multi Science Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jiem.v17i01.3665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen operasional Teaching Factory (TeFa) di SMKN 1 Kotaagung Timur menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif dengan metode campuran. Responden penelitian berjumlah 56 orang yang terdiri kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru produktif, peserta didik, dan mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif berdasarkan empat komponen evaluasi CIPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen context memperoleh tingkat ketercapaian sebesar 78%, input sebesar 83%, process sebesar 80%, dan product sebesar 79%, yang seluruhnya berada pada kategori baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manajemen operasional TeFa telah berjalan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI. Secara keseluruhan, evaluasi manajemen operasional TeFa memperoleh tingkat ketercapaian sebesar 80% dengan kategori baik. Hasil penelitian mengimplikasikan perlunya penguatan perencanaan operasional, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyempurnaan standar operasional berbasis industri, penguatan sistem monitoring dan evaluasi, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penyelenggaraan Teaching Factory.
PENGARUH LITERASI DIGITAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI Indah Mawar Sari; Sofwan Adiputra; Arman Arman
Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Jurnal Ilmiah Multi Science Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jiem.v17i01.3667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian berjumlah 150 pegawai, dengan sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket tertutup menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan literasi digital yang didukung oleh budaya organisasi yang kondusif mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pegawai. Oleh karena itu, penguatan literasi digital serta pengembangan budaya organisasi yang positif perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan Sekolah Dasar Negeri.