p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Agroteksos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL PENGEMBANGAN PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN PADA KAWASAN SISTEM PERTANIAN TERPADU LABANGKA KABUPATEN SUMBAWA Syarafuddin Jarot; Dahlanuddin Dahlanuddin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1634

Abstract

Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (KSPT) Labangka Kabupaten Sumbawa merupakan kawasan strategis yang dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah produk pertanian, dan pembangunan ekonomi wilayah berbasis sumber daya lokal. Kajian ini bertujuan merumuskan model pengembangan pertanian terpadu berkelanjutan di KSPT Labangka. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif melalui analisis dokumen perencanaan, kajian literatur, dan sintesis konsep pertanian terpadu berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pengembangan pertanian terpadu berkelanjutan di KSPT Labangka dibangun melalui integrasi vertikal dan horizontal antara subsistem hulu, tengah, dan hilir. Subsistem hulu mencakup kegiatan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan konservasi sumber daya alam; subsistem tengah meliputi kegiatan agroindustri, penelitian, pendidikan, dan pengembangan teknologi; sedangkan subsistem hilir meliputi distribusi, pemasaran, logistik, dan agrowisata berbasis pertanian. Penerapan model tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya, menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan biodiversitas, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi keterkaitan antar subsektor pertanian. Untuk mewujudkan keberhasilan implementasi model, diperlukan strategi pengembangan yang meliputi penguatan kelembagaan dan korporasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur produksi dan pascapanen, penerapan inovasi teknologi pertanian, pengembangan kemitraan multipihak antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat, serta penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik dan energi terbarukan.
TANTANGAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROFORESTRI BERBASIS SENGON DAN TANAMAN PORANG DI DESA BATU DULANG KABUPATEN SUMBAWA Syarafuddin Jarot; Wayan Wangiyana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1679

Abstract

Agroforestri berbasis sengon (Falcataria moluccana) dan porang (Amorphophallus muelleri) merupakan salah satu sistem penggunaan lahan yang berpotensi mendukung peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan serta merumuskan strategi pengembangan agroforestri berbasis sengon dan porang di Desa Batu Dulang, Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai agroforestri, pengelolaan hutan rakyat, budidaya sengon, dan porang. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif menggunakan pendekatan thematic analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan tantangan dan strategi pengembangan agroforestri. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan agroforestri berbasis sengon dan porang memiliki prospek yang sangat baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan. Sistem ini mampu meningkatkan diversifikasi pendapatan, memperbaiki konservasi tanah dan air, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan lahan. Namun demikian, pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan modal, rendahnya penguasaan teknologi budidaya, fluktuasi harga pasar, serangan hama dan penyakit, serta dampak perubahan iklim. Untuk mengatasi tantangan tersebut, strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan kapasitas petani, pengembangan kelembagaan, hilirisasi produk, penguatan kemitraan pasar, serta penerapan pengelolaan agroforestri yang berorientasi pada keberlanjutan lanskap. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.