Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Literasi Keuangan Digital bagi Pelaku UMKM Produk Hasil Laut di Surabaya Diah Hari Suryaningrum; Nania Nuzulita; Hilwa Aufa Izzati Darsono; Maria Shelina Angie
PADMA Vol 6 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v6i1.2668

Abstract

Marine or Seafood MSMEs in Surabaya face serious challenges in managing their business finances, particularly in simple bookkeeping, cash flow management, and separating personal and business finances. This community service activity aims to improve the financial literacy of seafood MSMEs in Kenjeran District, Surabaya, through structured training conducted in February 2026. The methods used included interactive lectures, hands-on workshops, and Focus Group Discussions (FGDs), with pre-test and post-test instruments to measure knowledge gains. A total of 64 participants attended the three-day training. The results showed an average increase in financial literacy knowledge scores of 27.4 points (from 48.4 to 75.8 on a scale of 100). Eighty-six percent of participants expressed satisfaction or very satisfaction with the training. This activity contributed to improving the managerial capacity of seafood MSMEs and is recommended to be continued with an ongoing mentoring program. Abstrak: Pelaku UMKM produk hasil laut di Surabaya menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan keuangan usaha, khususnya terkait pembukuan sederhana, manajemen arus kas, dan pemisahan keuangan pribadi dari keuangan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM produk hasil laut di Kecamatan Kenjeran, Surabaya, melalui pelatihan terstruktur yang dilaksanakan pada bulan Februari 2026. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, workshop praktik langsung, dan Focus Group Discussion (FGD), dengan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Sebanyak 64 peserta mengikuti pelatihan selama tiga hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan literasi keuangan sebesar 27,4 poin (dari 48,4 menjadi 75,8 pada skala 100). Sebesar 86% peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan pelatihan. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas manajerial UMKM hasil laut dan direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan program pendampingan berkelanjutan.
PERGESERAN PARADIGMA TATA KELOLA TI: ANALISIS BIBLIOMETRIK DARI KEPATUHAN MENUJU KELINCAHAN DIGITAL LINTAS INDUSTRI Nania Nuzulita; Maria Shelina Angie; Sellen Seselia; Calista Dian Kemala; Virgie Septia Ferdy; Angelia Lusiana; Thalita Putri Kaylaluna
Jurnal TIMES Vol 15 No 1 (2026): Jurnal TIMES
Publisher : STMIK TIME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51351/jtm.15.1.2026953

Abstract

Perkembangan transformasi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam tata kelola teknologi informasi (IT Governance) dari pendekatan yang berorientasi pada kepatuhan dan pengendalian menuju tata kelola yang lebih adaptif, agile, dan mendukung inovasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan literatur ilmiah mengenai IT Governance dalam konteks transformasi digital menggunakan metode bibliometric analysis berbasis database Scopus periode 2021–2026. Proses analisis dilakukan melalui tahapan pencarian data, screening dokumen, serta visualisasi dan pemetaan ilmiah menggunakan Biblioshiny. Dataset akhir penelitian terdiri atas 421 artikel jurnal yang dianalisis untuk mengidentifikasi tren publikasi, kontribusi penulis, institusi, dan negara, serta struktur konseptual dan perkembangan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai IT Governance mengalami peningkatan signifikan, khususnya pada periode 2024–2025. Tema penelitian juga mengalami pergeseran dari fokus kepatuhan, audit, dan kontrol menuju digital governance, digital transformation, artificial intelligence, cybersecurity, dan e-government. Selain itu, Tiongkok menjadi negara dengan kontribusi publikasi dan sitasi tertinggi dalam domain penelitian ini. Temuan penelitian menegaskan bahwa tata kelola TI modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai mekanisme kontrol, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk mendukung transformasi digital, inovasi organisasi, dan pengembangan kapabilitas digital secara berkelanjutan.