Hasanul Bulqiyah
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROMOSI: Program Optimalisasi Media Promosi Potensi Daerah pada Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Tengah di Jakarta Andreas Grahandi; Hasanul Bulqiyah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/wjkgcq65

Abstract

Pemanfaatan media promosi digital merupakan salah satu strategi penting dalam memperluas penyebarluasan informasi dan promosi potensi daerah. Namun, pengelolaan media promosi digital di Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Tengah masih belum optimal, terutama dalam penyusunan konten yang terencana dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola media promosi digital melalui pelatihan dan pendampingan. Program dilaksanakan selama periode Septembar–Januari 2026 dan diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas pegawai dan tenaga pendukung pada Subbidang Promosi, Komunikasi, dan Informasi. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelaksanaan workshop, pendampingan praktik penyusunan konten, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta yang ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 63,0 pada pre-test menjadi 88,0 pada post-test atau meningkat sebesar 25%. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, kegiatan ini juga menghasilkan satu kalender konten media sosial, satu rancangan konten promosi digital, serta rekomendasi strategi publikasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pedoman pengelolaan media promosi Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan demikian, program pendampingan ini mampu meningkatkan kompetensi peserta sekaligus memperkuat pengelolaan media promosi digital sebagai sarana publikasi potensi daerah secara lebih efektif dan berkelanjutan
The Spatial Void: Indonesia's Political Ecology of Legal Contradictions Created the humanities incident of flash floods in Sumatra’s 2025 Muhammad Ridhwan; Hasanul Bulqiyah; Fangela Myas Sari; Lukiyana Lukiyana
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research (In Progress)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v7i2.457

Abstract

This article examines the regulatory tensions between Law No. 23/2014 on Regional Government, which emphasizes the reconcentration of authority, and Law No. 6/2023 (the Job Creation Law), which mandates the centralization of licensing through a deregulatory framework. The study focuses on Sumatra, a region characterized by high ecological vulnerability and its role as a strategic hub for extractive expansion. Utilizing a juridical-normative methodology complemented by secondary spatial analysis, this study finds that ambiguities in environmental oversight authority have catalyzed a surge in deforestation and recurrent hydrometeorological disasters. The results demonstrate that deregulation, pursued under the guise of streamlining investment, has systematically dismantled the ecological protection functions previously vested in regional authorities. This "institutional displacement" has created a governance vacuum that prioritizes short-term economic output over the bio-geophysical stability of the Sumatran landscape. The findings suggest that without a substantive synchronization of regulations that restores "ecological veto" power to local governments, the island remains at critical risk of systemic ecosystem collapse.