Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Algoritmik dan Fenomena Privacy Paradox: Sikap Mahasiswa terhadap Targeted Advertising di Media Sosial Hayana; Nurhakki; Maryam Mahasura
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2395

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan dalam lanskap media baru melahirkan sistem komunikasi algoritmik yang mampu menyajikan iklan terpersonal (targeted advertising) berdasarkan jejak digital pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk membedah fenomena privacy paradox di kalangan mahasiswa, yaitu adanya kesenjangan antara kecemasan privasi data dengan perilaku konsumsi digital harian.. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan kuesioner terbuka terhadap 24 mahasiswa pengguna aktif media sosial (Instagram dan TikTok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesadaran algoritmik (algorithmic awareness) yang tinggi dan mampu mengidentifikasi mekanisme kerja Big Data serta pelacakan jejak digital. Namun, melalui mekanisme kalkulus privasi (privacy calculus), mahasiswa melakukan kompromi kognitif. Mereka menoleransi penetrasi privasi dan risiko kebocoran data demi mendapatkan keuntungan pragmatis berupa efisiensi pencarian informasi, personalisasi konten, dan kepraktisan konsumsi ekonomi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi media kritis mahasiswa pada akhirnya bernegosiasi dan takluk di bawah kenyamanan teknologi kapitalisme pengawasan (surveillance capitalism).
Redefinisi Tabligh dalam Produksi Media Digital berbasis Ai Generatif Hayana
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i2.2555

Abstract

Pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) Generatif telah menggeser lanskap penyiaran Islam digital, memicu penggunaan penulisan naskah otomatis hingga penyiar buatan (avatar ustaz). Fenomena ini menghadirkan tantangan epistemologis terhadap komunikasi keagamaan tradisional. Penelitian kualitatif ini mengkaji redefinisi konsep Tabligh dalam ekosistem dakwah digital berbasis AI melalui analisis dialektika antara machine reasoning dengan akal (‘Aql) dan wahyu (Wahy). Mengintegrasikan teori Determinisme Teknologi, Ekologi Media, dan Etika Penyiaran Islam, data lapangan dihimpun melalui wawancara mendalam bersama praktisi media/kreator konten dan dai/tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan konsensus empiris bahwa AI diposisikan secara ketat sebagai alat bantu (wasilah/instrumental), bukan sebagai sumber otoritas hukum (masdar) apalagi pengganti ulama. AI secara ontologis kehilangan elemen Ikhlash, Hikmah, dan Sanad keilmuan yang menjadi syarat mutlak Tabligh. Penelitian ini merumuskan kerangka etik berbasis Maqasid al-Shariah (Hifz al-'Aql) yang menegaskan perlunya verifikasi (tabayyun) tekstual serta pembatasan peran AI murni pada tahap pengembangan ide.