Dini Savitri Rambe
UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etnomatematika Tradisi Mandailing Manaek Bukkulan Sebagai Sumber Kontekstual Dalam Pembelajaran Matematika Dini Savitri Rambe; Suparni; Syarif Hidayat Matondang; Syafrida Hanum Hutasuhut
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v5i4.25781

Abstract

Hadirnya etnomatematika sebagai jembatan antara konsep matematika formal di sekolah dengan pengalaman budaya siswa menjadi penting dalam mengatasi kecemasan dan kesulitan belajar siswa sebagai pendekatan yang mengintegrasikan unsur budaya lokal sebagai konteks pembelajaran. Salah satu potensi yang belum tergali maksimal adalah tradisi Mandailing Manaek Bukkulan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi Manaek Bukkulan sebagai sumber kontekstual dalam pembelajaran matematika yang mengkonkretkan geometri, aritmatika, dan pengukuran melalui tradisi budaya Mandailing, sehingga siswa lebih mudah memvisualisasikan konsep abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi etnomatematika terhadap elemen matematika dalam tradisi tersebut. Prosedur penelitian meliputi: (1) observasi partisipan intensif terhadap proses Manaek Bukkulan untuk mengidentifikasi elemen geometri, aritmatika, dan pengukuran; (2) wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pelaku tradisi; (3) dokumentasi visual berupa foto dan sketsa bangunan adat; serta (4) analisis data kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi dengan triangulasi sumber.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manaek Bukkulan  dapat diterapkan dalam materi geometri (bentuk dan simetri rumah), aritmatika (perhitungan bahan bangunan), dan pengukuran (luas dan volume). Implementasi ini diharapkan dapat membuat pembelajaran matematika lebih bermakna dan relevan dengan budaya siswa Mandailing.