Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Faktor Kejadian Kawin Berulang pada Sapi Perah di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Ma'ruf Ma'ruf; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.469

Abstract

Kontribusi sapi perah di Indonesia sangat besar dalam memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat. Kecamatan Ngablak menjadi pusat peternakan sapi perah terbesar di Kabupaten Magelang, dengan populasi 582 ekor sapi. Perkawinan berulang merupakan masalah reproduksi yang umum terjadi pada peternakan sapi perah di Kecamatan Ngablak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi perkawinan berulang dan meneliti variabel-variabel yang mendasarinya pada sapi perah di kalangan peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilaksanakan dari Januari hingga Februari 2026 dengan metodologi survei menggunakan kuesioner langsung yang diberikan kepada peternak. Ukuran sampel dihitung menggunakan prosedur dengan prevalensi 30%, margin kesalahan 5%, dan tingkat kepercayaan 95%, menghasilkan 336 ekor sapi perah. Variabel yang dianalisis meliputi pemberian hijauan dan konsentrat, pengamatan estrus, pelaporan inseminasi buatan, dan nilai skor kondisi tubuh ternak. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan uji Chi-Square (X²) dengan perangkat lunak SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian perkawinan berulang pada tingkat peternak adalah 38,39%. Faktor penyebab utama terjadinya perkawinan berulang meliputi ketersediaan padang penggembalaan, ketersediaan konsentrat, skor kondisi tubuh (BCS), pengamatan estrus, dan pelaporan inseminasi buatan (AI) kepada inseminator (P=0,00S). Studi ini menyimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya perkawinan berulang pada sapi perah di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, merupakan kontributor penting terhadap terjadinya peristiwa tersebut.
Korelasi BCS dengan Tampilan Berahi Sapi Perah pada Peternak Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Mohammad Syaifudin; Aqil Adyatama; Nain Ufidiyati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.470

Abstract

Penelitian ini mengkaji Skor Kondisi Tubuh (BCS) dan tampilan estrus sapi perah peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Setidaknya 45 ekor sapi perah Friesian Holstein (PFH) penghasil anak digunakan dalam penelitian ini. Survei kami bersifat observasional dengan pengambilan sampel yang disengaja. BCS (1-5), umur (3-5), dan bulan laktasi (1-6) diukur. Analisis data menggunakan regresi linier dasar SPSS 26.0 dan korelasi Pearson. Penelitian ini akan mengkaji hubungan antara kondisi tubuh sapi perah dan intensitas estrus pada peternak kecil. Penelitian ini menemukan koefisien korelasi dan persamaan regresi sedang antara BCS dengan kondisi vulva, perilaku estrus, intensitas lendir serviks, dan ereksi uterus (0,531 dan Y = 1,389 + 0,958 X). BCS memiliki hubungan sedang dengan kinerja estrus karena asupan nutrisi lebih berpengaruh daripada BCS, menurut penelitian. Pakan yang memenuhi kebutuhan nutrisi mengoptimalkan kinerja hormon reproduksi dan memengaruhi estrus sapi perah.
Analisis Produktivitas Usaha Ayam Petelur Berbasis Meta-Analisis Studi Kasus Ayam Petelur di Desa Bondowoso Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Khamid Abdillah; Raditya Nandhirabrata; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas usaha ayam petelur berbasis meta-analisis dengan studi kasus pada peternakan ayam petelur di Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari menggunakan metode survei dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive random sampling terhadap 35 peternak yang tergabung dalam KTT Layer Farm Dowasan dengan total populasi ayam petelur fase layer sebanyak 2.750 ekor. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator produktivitas meliputi produksi telur, konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), Feed Conversion Ratio (FCR), dan pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ayam petelur di KTT Layer Farm Dowasan memiliki produktivitas yang baik dengan produksi telur rata-rata sebesar 2.300 butir/hari atau 69.000 butir/bulan. Nilai Hen Day Production (HDP) mencapai 83,63%, menunjukkan bahwa ayam mampu menghasilkan telur secara optimal. Konsumsi pakan rata-rata sebesar 115 gram/ekor/hari dengan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar 2,37 yang menunjukkan penggunaan pakan cukup efisien. Analisis ekonomi menunjukkan penerimaan usaha sebesar Rp112.056.000/bulan dengan keuntungan sebesar Rp21.056.000/bulan. Faktor utama yang memengaruhi produktivitas ayam petelur adalah kualitas pakan, manajemen pemberian pakan, kebersihan kandang, dan pengendalian penyakit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha ayam petelur di Desa Bondowoso memiliki tingkat produktivitas dan efisiensi usaha yang baik serta berpotensi untuk dikembangkan melalui peningkatan manajemen pemeliharaan dan optimalisasi penggunaan faktor produksi
Analisis Ekonomi Dan Swot Pendapatan Berbasis Meta-Analisis Ayam Petelur di Desa Dowasan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Kholisun Kholisun; Raditya Nandhirabrata; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ekonomi dan strategi pengembangan usaha ayam petelur berdasarkan analisis SWOT di Desa Dowasan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik purposive random sampling terhadap 35 peternak yang tergabung dalam KTT Layer Farm Dowasan dengan total populasi 2.750 ekor ayam fase layer. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha menggunakan analisis R/C Ratio dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi telur mencapai 2.300 butir per hari atau 69.000 butir per bulan dengan total penerimaan sebesar Rp121.324.000 per bulan. Total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp70.000.000 per bulan, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp51.324.000 per bulan. Nilai R/C Ratio sebesar 1,73 menunjukkan bahwa usaha ayam petelur tersebut layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan usaha terdapat pada sistem pemeliharaan intensif, produktivitas yang stabil, serta adanya pendapatan tambahan dari ayam afkir dan kotoran ayam. Kelemahan utama adalah tingginya biaya pakan dan ketergantungan terhadap penjualan telur. Peluang pengembangan berasal dari permintaan telur yang stabil, perluasan pasar, dan pemanfaatan teknologi, sedangkan ancaman berasal dari fluktuasi harga pakan, harga telur, dan risiko penyakit. Strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan yaitu meningkatkan efisiensi pakan, memperkuat manajemen pemeliharaan, serta melakukan diversifikasi produk untuk meningkatkan keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur.
Hubungan BCS dengan Tampilan Reproduksi Sapi Perah pada Peternak Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Bayu Dwi Setiawan; Aqil Adyatama; Vian Dwi Chalisty; Nain Ufidiyati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.480

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Body Condition Score (BCS) memengaruhi reproduksi sapi perah pada peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Setidaknya 45 ekor sapi perah Friesian Holstein (PFH) telah melahirkan untuk penelitian ini. Survei kami bersifat observasional dengan pengambilan sampel yang disengaja. BCS (1-5), umur (3-5), dan bulan laktasi (1-6) diukur. Regresi linier sederhana dan korelasi Pearson digunakan dalam SPSS 26.0. BCS memiliki koefisien korelasi dan persamaan regresi sedang dengan layanan per konsepsi (0,459 dan Y = 4,33–1,09 X), estrus pasca melahirkan (0,594 dan Y = 202,3–38,831 X), dan hari terbuka (0,498 dan). Penelitian menunjukkan hubungan sedang antara BCS dan Reproductive Performance. Asupan nutrisi memengaruhi Reproductive Performance, bukan BCS. Diet kaya nutrisi mengoptimalkan kinerja hormon reproduksi dan memengaruhi estrus sapi perah.
Potensi Pengembangan Peternakan Ayam Broiler di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Rizki Imam Khudori; Vian Dwi Chalisty; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.481

Abstract

Peternakan ayam broiler merupakan salah satu sektor peternakan yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat serta meningkatkan perekonomian daerah. Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang memiliki potensi dalam pengembangan usaha ayam broiler, namun masih menghadapi beberapa kendala seperti biaya produksi yang tinggi, risiko penyakit, dan fluktuasi harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan peternakan ayam broiler di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang berdasarkan aspek teknis, ekonomi, dan faktor pendukung maupun penghambat usaha. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2025 menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara terhadap 20 peternak ayam broiler dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melihat karakteristik usaha, produktivitas ternak, analisis ekonomi, serta faktor potensi pengembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler di Kecamatan Mertoyudan dilakukan secara intensif dengan sistem kemitraan, rata-rata populasi pemeliharaan 5.000 ekor/periode, umur panen 35 hari, bobot badan panen 2,4 kg/ekor, FCR 1,58, mortalitas 3,2%, dan nilai indeks performa (IP) sebesar 350. Analisis ekonomi menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp243.380.000 dengan pendapatan sebesar Rp252.000.000 sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp8.620.000/periode pemeliharaan. Potensi pengembangan usaha didukung oleh ketersediaan lahan, tenaga kerja, meningkatnya permintaan daging ayam, serta adanya sistem kemitraan. Faktor penghambat pengembangan meliputi risiko penyakit dan perubahan harga input produksi terutama pakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peternakan ayam broiler di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang memiliki peluang pengembangan yang cukup baik. Peningkatan efisiensi pakan, penerapan manajemen pemeliharaan yang optimal, penguatan biosecurity, dan pemanfaatan teknologi kandang menjadi strategi penting untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.
Analisis Faktor Kejadian Kawin Berulang pada Sapi Perah di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Ma'ruf Ma'ruf; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.469

Abstract

Kontribusi sapi perah di Indonesia sangat besar dalam memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat. Kecamatan Ngablak menjadi pusat peternakan sapi perah terbesar di Kabupaten Magelang, dengan populasi 582 ekor sapi. Perkawinan berulang merupakan masalah reproduksi yang umum terjadi pada peternakan sapi perah di Kecamatan Ngablak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi perkawinan berulang dan meneliti variabel-variabel yang mendasarinya pada sapi perah di kalangan peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilaksanakan dari Januari hingga Februari 2026 dengan metodologi survei menggunakan kuesioner langsung yang diberikan kepada peternak. Ukuran sampel dihitung menggunakan prosedur dengan prevalensi 30%, margin kesalahan 5%, dan tingkat kepercayaan 95%, menghasilkan 336 ekor sapi perah. Variabel yang dianalisis meliputi pemberian hijauan dan konsentrat, pengamatan estrus, pelaporan inseminasi buatan, dan nilai skor kondisi tubuh ternak. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan uji Chi-Square (X²) dengan perangkat lunak SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian perkawinan berulang pada tingkat peternak adalah 38,39%. Faktor penyebab utama terjadinya perkawinan berulang meliputi ketersediaan padang penggembalaan, ketersediaan konsentrat, skor kondisi tubuh (BCS), pengamatan estrus, dan pelaporan inseminasi buatan (AI) kepada inseminator (P=0,00S). Studi ini menyimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya perkawinan berulang pada sapi perah di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, merupakan kontributor penting terhadap terjadinya peristiwa tersebut.
Korelasi BCS dengan Tampilan Berahi Sapi Perah pada Peternak Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Mohammad Syaifudin; Aqil Adyatama; Nain Ufidiyati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.470

Abstract

Penelitian ini mengkaji Skor Kondisi Tubuh (BCS) dan tampilan estrus sapi perah peternak kecil di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Setidaknya 45 ekor sapi perah Friesian Holstein (PFH) penghasil anak digunakan dalam penelitian ini. Survei kami bersifat observasional dengan pengambilan sampel yang disengaja. BCS (1-5), umur (3-5), dan bulan laktasi (1-6) diukur. Analisis data menggunakan regresi linier dasar SPSS 26.0 dan korelasi Pearson. Penelitian ini akan mengkaji hubungan antara kondisi tubuh sapi perah dan intensitas estrus pada peternak kecil. Penelitian ini menemukan koefisien korelasi dan persamaan regresi sedang antara BCS dengan kondisi vulva, perilaku estrus, intensitas lendir serviks, dan ereksi uterus (0,531 dan Y = 1,389 + 0,958 X). BCS memiliki hubungan sedang dengan kinerja estrus karena asupan nutrisi lebih berpengaruh daripada BCS, menurut penelitian. Pakan yang memenuhi kebutuhan nutrisi mengoptimalkan kinerja hormon reproduksi dan memengaruhi estrus sapi perah.
Analisis Produktivitas Usaha Ayam Petelur Berbasis Meta-Analisis Studi Kasus Ayam Petelur di Desa Bondowoso Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Khamid Abdillah; Raditya Nandhirabrata; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas usaha ayam petelur berbasis meta-analisis dengan studi kasus pada peternakan ayam petelur di Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari menggunakan metode survei dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive random sampling terhadap 35 peternak yang tergabung dalam KTT Layer Farm Dowasan dengan total populasi ayam petelur fase layer sebanyak 2.750 ekor. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator produktivitas meliputi produksi telur, konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), Feed Conversion Ratio (FCR), dan pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ayam petelur di KTT Layer Farm Dowasan memiliki produktivitas yang baik dengan produksi telur rata-rata sebesar 2.300 butir/hari atau 69.000 butir/bulan. Nilai Hen Day Production (HDP) mencapai 83,63%, menunjukkan bahwa ayam mampu menghasilkan telur secara optimal. Konsumsi pakan rata-rata sebesar 115 gram/ekor/hari dengan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar 2,37 yang menunjukkan penggunaan pakan cukup efisien. Analisis ekonomi menunjukkan penerimaan usaha sebesar Rp112.056.000/bulan dengan keuntungan sebesar Rp21.056.000/bulan. Faktor utama yang memengaruhi produktivitas ayam petelur adalah kualitas pakan, manajemen pemberian pakan, kebersihan kandang, dan pengendalian penyakit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha ayam petelur di Desa Bondowoso memiliki tingkat produktivitas dan efisiensi usaha yang baik serta berpotensi untuk dikembangkan melalui peningkatan manajemen pemeliharaan dan optimalisasi penggunaan faktor produksi
Analisis Ekonomi Dan Swot Pendapatan Berbasis Meta-Analisis Ayam Petelur di Desa Dowasan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Kholisun Kholisun; Raditya Nandhirabrata; Aqil Adyatama
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ekonomi dan strategi pengembangan usaha ayam petelur berdasarkan analisis SWOT di Desa Dowasan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik purposive random sampling terhadap 35 peternak yang tergabung dalam KTT Layer Farm Dowasan dengan total populasi 2.750 ekor ayam fase layer. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha menggunakan analisis R/C Ratio dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi telur mencapai 2.300 butir per hari atau 69.000 butir per bulan dengan total penerimaan sebesar Rp121.324.000 per bulan. Total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp70.000.000 per bulan, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp51.324.000 per bulan. Nilai R/C Ratio sebesar 1,73 menunjukkan bahwa usaha ayam petelur tersebut layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan usaha terdapat pada sistem pemeliharaan intensif, produktivitas yang stabil, serta adanya pendapatan tambahan dari ayam afkir dan kotoran ayam. Kelemahan utama adalah tingginya biaya pakan dan ketergantungan terhadap penjualan telur. Peluang pengembangan berasal dari permintaan telur yang stabil, perluasan pasar, dan pemanfaatan teknologi, sedangkan ancaman berasal dari fluktuasi harga pakan, harga telur, dan risiko penyakit. Strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan yaitu meningkatkan efisiensi pakan, memperkuat manajemen pemeliharaan, serta melakukan diversifikasi produk untuk meningkatkan keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur.