Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGGUNAAN PROGRAM SSW (PERIZINAN ONLINE) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENEKAN KOLUSI, NEPOTISME, DAN KORUPSI DALAM PROSES PERIZINAN DI KOTA SURABAYA Widiyarta, Agus; Suratnoaji, Catur; Sumardjijati, Sumardjijati
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Dinamika Governance
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.725 KB) | DOI: 10.33005/jdg.v6i2.1429

Abstract

keyword: manajemen pelayanan publik, perizinan online
Etnografi Virtual Kontroversi Perilaku Seksual Menyimpang Sebagai Nilai Jual Film Kucumbu Tubuh Indahku Tika Ramadani; Zainal Abidin Achmad; Yuli Candrasari; Sumardjijati Sumardjijati; Pardianto Pardianto
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 2 (2021): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i2.6818

Abstract

Kucumbu Tubuh Indahku (KTI) adalah film kontroversial karena mengandung adegan perilaku seksual menyimpang (homoseksual). Studi ini menelusuri pro dan kontra yang terjadi di Facebook dan Instagram pada komentar netizen akibat munculnya petisi online boikot film LGBT. Metode penelitian dalam studi ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual. Peneliti terlibat secara partisipatif dalam dinamika perdebatan virtual dengan menggunakan akun media sosial pribadi. Pengumpulan data menggunakan penelusuran virtual dan wawancara online kepada delapan orang informan yang telah menonton film tersebut. Studi ini menemukan dua jenis petisi yang memboikot dan mendukung film KTI, dengan jumlah pendukung petisi boikot yang jauh lebih banyak dari penolak petisi boikot. Kubu pro boikot menilai bahwa tema perilaku seksual menyimpang sengaja dibuat untuk kepentingan festival, tidak memiliki nilai edukasi, sehingga tidak layak ditonton secara bebas. Kubu kontra boikot menilai bahwa film KTI harus dihargai sebagai karya seni tanpa perlu melihat konten LGBT. Kontroversi film KTI dengan konten perilaku seksual menyimpang menjadi nilai jual dengan mengabaikan dampak buruk bagi moralitas penonton.AbstractKucumbu Tubuh Indahku (KTI) is a controversial film because it contains scenes of deviant sexual behavior (homosexual). This study explores the pros and cons of Facebook and Instagram on netizen comments due to the emergence of online petitions boycotting LGBT films. The research method in this study is qualitative with a virtual ethnographic approach. Researchers are participative involved in the dynamics of virtual debates using personal social media accounts. Data collection uses virtual searches and online interviews with eight informants who have watched the film. This study found two types of petitions that boycotted and supported the KTI film, with a much higher number of supporters of the boycott petition than those who rejected the boycott petition. The pro-boycott group considered that the using theme of deviant sexual behavior in KTI was for the festival's sake, had no educational value, so it was not worthy of being watched freely. The counter-boycott group considered that audience should appreciate KTI film as a work of art without seeing LGBT content. Thus, the controversy over the KTI film with the content of deviant sexual behavior becomes a selling point by ignoring the negative impact on the audience's morality.
REPRESENTASI AGEISME DALAM FILM ZIARAH 2017 (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Nursha Dwi Setyowati; Sumardjijati Sumardjijati
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v4i1.4811

Abstract

Penelitian ini berisi tentang representasi ageisme. Hal ini karena lansia berada dalam posisi yang sangat sensitif dalam industri perfilman Indonesia, seperti adanya diskriminasi usia terbukti dengan menjamurnya film layar lebar Indonesia yang pemeran utama maupun pendukung adalah kaum muda. Mengingat diskriminasi usia berdampak sangat serius terhadap kesehatan fisik dan mental lanjut usia dan seluruh lapisan masyarakat, maka fenomena diskriminasi usia merupakan masalah yang perlu segera diselesaikan. Kehadiran film "Ziarah" (2017) muncul di industri perfilman Indonesia dengan peran utama lansia. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran ageisme dalam film tersebut menggunakan analisis semiotik Roland Barthes pengumpulan data melalui studi pustaka dan literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan perlawanan terhadap ageisme melalui tingkatan analisis denotasi, konotasi dan mitos dari berbagai adegan yang terdapat dalam film.Kata Kunci: Ageisme;Semiotika Roland Barthes;Film Ziarah 2017
Perilaku Remaja dalam Penyebaran Hoax di Grup WhatsApp Ririn Puspita Tutiasri; Ade Kusuma; Sumardjijati Sumardjijati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.36

Abstract

Mudahnya mengakses informasi dan paperless adalah dampak positif dari perkembangan media informasi, dimana manusia dengan mudahnya dapat mendapatkan informasi secepat mungkin. Kemajuan teknologi sangat erat hubunganya dengan bagimana sebuah informasi atau pesan itu diciptakan, selain itu teknologi juga mempengaruhi arus persebaran informasi. Pada dasarnya adanya teknologi menjadikan manusia lebih mudah dalam menyampaikan informasi, menjadikan prinsip yang jauh menjadi dekat. Selain dampak positif dari kemajuan teknologi diatas juga muncul dampak negatif dari aplikasi Instant Messenger. Dimana para pengguna bisa membuat, memodifikasi, serta menyebarkan informasi. Informasi yang tidak bersumber pada sebuah kebenaran atau disebut hoax bisa mempengaruhi sesorang, kelompok bahkan suatu negara. Informasi Hoax ini segaja dibuat untuk mempengaruhi atau merubah persepsi penerima pesan agar mengikuti pesan yang dibuat. Perilaku penyebaran hoaxs banyak terjadi pada Instant Messenger dimana pada penelitian ini meneliti interaksi para pengguna pada aplikasi WhatsApp Grup.
DEVELOPING SELF-CONFIDENCE FOR STUDENTS WITH SPECIAL NEEDS BY IMPLEMENTING INTERPERSONAL COMMUNICATION Dyva Claretta; Sumardjijati Sumardjijati; Yuli Candrasari
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3 No 1 (2020): Branding and Promotion in The Digital Age
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v3i1.71

Abstract

Students with special needs have the right to pursue an education as equal as the other regular students so they are able to develop their self potentials and socialize with common societies. Therefore, there are 25 inclusive schools (Non- SLB) spread around Surabaya since 2009, helping to break the education gaps for these students. Students with special needs are classified into those who are deaf or mentally disabled, have learning difficulties, slow learners, and down-syndromes. Students with above average IQ are put into considerations and becoming the main reason to be in acceptance of students with special needs in order to receive the equal education with the regular students. At SMP 29 Surabaya, there are currently 52 students with special needs studying in the 7th, 8th, and 9th grades in the hope of getting the equal subject materials with the ones that regular students have. In this case being the subject’s teacher, teachers are required to have certain pedagogical competency. Implementing pedagogical communication requires certain mastery of psychological and interpersonal communication for the students. Irwin Altman and Damas Taylor proposed a social penetration theory that is related to interpersonal relations and internal cognitive developments. The methodology of this study was conducted with descriptive-qualitative through in-depth interviews, both for regular teachers and competent teachers suited with classification of students with special needs. The results of the study found that there is a need for supervision by teachers who have certain competency of pedagogical communication of students with special needs, especially with the aim to help developing students' confidence and discover their potential, both through primary and secondary communication.
Blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Media Online (Analisis Framing Blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Media Online republika.co.id dan tempo.o Edisi 5 – 13 Januari 2021) Afif Ammar Naufal; Sumardjijati Sumardjijati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.545 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8812

Abstract

Media massa merupakan hal yang tidak bisa lepas dari kegiatan manusia dalam mencari informasi. Media massa memberikan peran yang strategis dalam memberikan informasi secara serempak kepada publik/masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut belakangan ini banyak pemilik media massa yang mulai masuk dalam dunia politik salah satu contohnya adalah Eric Tohir. Masuknya para pemilik media massa tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi cukup besar terhadap pengkontruksian berita - berita politik yang dimuat di media yang dinaunginya khusunya pada penelitian kali ini adalah kasus blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Aksi Mensos Risma yang melakukan blusukan di wilayah DKI Jakarta ramai menjadi perbincangan di media sosial hingga menjadi bahan perdebatan oleh beberapa pihak yang menilai aksi blusukan tersebut settingan agar Mensos Risma mendapatkan citra yang baik kepada publik. Momentum tersebut menjadikan media tertarik untuk melakukan pemberitaan, tidak terkecuali Republika.co.id dan Tempo.co. Republika.co.id. Penelitian ini menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicky. Hasil penelitian ini menunjukkan Republika.co.id cenderung melakukan pembelaan terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaahrini. Sedangkan Tempo.co cenderung menekankan narasi yang skeptis terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dan cenderung mengkritik.
KOMUNIKASI ANAK DOWNSYNDROME DENGAN ORANG TUA DI KABUPATEN GRESIK Fatikhatur Rahma; Sumardjijati Sumardjijati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4164-4174

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi orang tua dengan anak, terutama anak penderita Down Syndrome yang dalam kehidupan sehari-hari masih sangat tergantung dengan orang tua. Penelitian ini berfokus pada bagaimana cara orang tua berinteraksi dengan anak Down Syndrome terkait dengan pola komunikasi, bentuk komunikasi dan teknik atau strategi komunikasinya. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjabarkan hasil temuan yang di dapat melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil temuan peneliti menunjukan bahwa terdapat tiga pola komunikasi yang digunakan yakni pola komunikasi seimbang tak terpisah, seimbang terpisah dan monopoli. Dari bentuk komunikasinya orang tua dan anak ditemukan dua anak Down Syndrome yang menggunakan bahasa verbal secara lisan dan tiga anak Down Syndrome menggunakan bahasa nonverbal seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah dan sentuhan. Terakhir teknik komunikasi orang tua dengan anak Down Syndrome menggunakan teknik modelling yakni orang tua sebagai contoh untuk anak Down Syndrome dalam kehidupan sehari-hari dan teknik persuasive yang bertujuan untuk mempengaruhi dan meyakinkan anak Down Syndrome terhadap sebuah pesan.