Iklima Novriani
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hakikat Kecerdasan Manusia dan Kecerdasan Buatan: Analisis Filosofis tentang Batas, Potensi, dan Implikasinya Bagi Pendidikan Indah Pratiwi; Iklima Novriani; Azizah Hanum OK
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 2 July 2026 | IN PRESS
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i2.3585

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan memunculkan perdebatan mengenai hakikat kecerdasan manusia serta batas dan peran AI dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan karena masih terbatasnya kajian yang membahas kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan secara filosofis dalam konteks pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hakikat kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan, mengidentifikasi batas dan potensi keduanya, serta mengkaji implikasinya bagi pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi literatur karena memungkinkan kajian yang mendalam terhadap berbagai teori dan hasil penelitian yang relevan. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan manusia memiliki dimensi kesadaran, kreativitas, empati, dan pertimbangan moral, sedangkan kecerdasan buatan unggul dalam pengolahan data dan efisiensi kerja. Dalam pendidikan, AI dapat mendukung efektivitas pembelajaran, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam pembentukan karakter dan nilai moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan memiliki hubungan yang saling melengkapi. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji implementasi AI dalam praktik pendidikan secara empiris.
Fenomena Childfree di Kalangan Pasangan Urban: Tinjauan Fikih Kontemporer dan Maqashid Syari'ah Iklima Novriani; Krenniti Sundari; Maryam Lubis; Muhammad Fadhli Azmi; Ali Imran Sinaga
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 5 Nomor 2 Mei (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v5i2.3062

Abstract

Fenomena childfree sebagai keputusan sadar pasangan untuk tidak memiliki anak semakin berkembang di kalangan pasangan urban Indonesia seiring perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena childfree dalam perspektif fikih kontemporer dengan menggunakan pendekatan maqashid syari'ah untuk merumuskan kedudukan hukumnya berdasarkan motif yang melatarbelakanginya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif normatif yang menganalisis sumber-sumber hukum Islam klasik dan kontemporer serta berbagai literatur ilmiah yang relevan melalui analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum childfree dalam Islam bersifat kontekstual dan tidak dapat digeneralisasi. Keputusan childfree yang didasarkan pada alasan medis, psikologis, atau kondisi darurat memperoleh legitimasi syariat sebagai bentuk perlindungan terhadap jiwa (hifzh al-nafs) dan akal (hifzh al-'aql). Sebaliknya, childfree yang didasarkan pada penolakan permanen terhadap keturunan tanpa alasan syar'i bertentangan dengan tujuan maqashid syari'ah, khususnya hifzh al-nasl. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa analisis berdasarkan lima tujuan pokok maqashid syari'ah menghasilkan klasifikasi hukum yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan normatif yang hanya bertumpu pada satu dalil atau satu pendapat fikih. Dengan demikian, pendekatan maqashid syari'ah memungkinkan penilaian hukum terhadap fenomena childfree dilakukan secara lebih kontekstual, proporsional, dan berorientasi pada kemaslahatan.