Syawaluddin Ketaren
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gerakan Siswa Sahabat Budaya: Strategi Edukasi Multikultural untuk Membentuk Karakter Toleran Syawaluddin Ketaren; Afrizal Manurung; Yusuf Hadijaya; Muhammad Bagas F; Mhd. Armawi Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.377

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan nilai toleransi pada siswa sekolah dasar melalui edukasi multikultural bertema “Gerakan Siswa Sahabat Budaya: Strategi Edukasi Multikultural untuk Membentuk Karakter Toleran”. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 163089, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi dengan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi dan media, pelaksanaan edukasi multikultural, permainan edukatif “Aku dan Budayaku”, diskusi dan simulasi kasus toleransi, pembuatan poster, deklarasi bersama, serta evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, dokumentasi, refleksi siswa, serta pre-test dan post-test sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengenali berbagai bentuk keberagaman budaya Indonesia, memahami makna toleransi secara sederhana, memberi contoh perilaku menghargai teman yang berbeda, serta menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan kelompok. Pembuatan poster dan deklarasi “Siswa Sahabat Budaya” menjadi media penguatan komitmen siswa untuk menjaga persahabatan, tidak mengejek perbedaan, dan menghargai budaya sendiri maupun budaya orang lain. Dengan demikian, kegiatan ini menunjukkan kesesuaian antara tujuan yang dirumuskan dalam pendahuluan dan hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui kegiatan sekolah berkelanjutan, seperti pojok budaya, hari sahabat budaya, dan pembelajaran tematik berbasis keberagaman lokal.