Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Usaha Mikro melalui Pelatihan Produksi Lilin Aromaterapi, Pemasaran Digital, dan Manajemen Keuangan Muhammad Bagas F; Salim Salim; Nur Azizah Lubis; Mhd Ikhsan Rifki; M. Khalil Gibran; Amir Saleh; Muhammad Arif Fadhillah Lubis; Nursiah Nursiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.529

Abstract

Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, berbasis ekonomi pertanian, namun peran perempuan dalam kegiatan produktif mandiri masih terbatas. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan kelompok perempuan melalui pelatihan terpadu produksi lilin aromaterapi alami, literasi pemasaran digital, dan manajemen keuangan sederhana, guna mendorong usaha mikro baru serta mendukung SDGs: pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi. Metode mencakup observasi awal, diskusi kebutuhan, praktik produksi, simulasi pemasaran digital via WhatsApp Business, dan pelatihan pencatatan keuangan. Peserta berjumlah 18 ibu rumah tangga. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui survei kepuasan empat aspek dan observasi unjuk kerja. Hasilnya, relevansi materi memperoleh 88,89% (sangat baik), kompetensi narasumber 90,28% (tertinggi), pengembangan wawasan dan kesempatan usaha 88,89% (sangat baik), serta kelayakan fasilitas 83,33% (baik). Dari sisi keterampilan, seluruh peserta mampu memproduksi lilin aromaterapi secara mandiri sesuai standar produksi. Sebanyak 15 peserta (83,33%) berhasil membuat katalog produk di WhatsApp Business dengan foto dan deskripsi, dan 14 peserta (77,78%) mampu mencatat keuangan terpisah dari rumah tangga serta menghitung harga pokok produksi. Integrasi pelatihan produksi, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan  diharapkan dapat membekali peserta dengan keterampilan yang mendukung kemandirian ekonomi perempuan pedesaan yang sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Pendampingan lanjutan diperlukan untuk memastikan konsistensi penerapan dan perluasan jangkauan pasar.