Manajemen supervisi akademik di sekolah yang masih bersifat instruktif dan konvensional sering kali memicu resistensi serta kecemasan bagi guru, sehingga kurang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dan merumuskan model konseptual siklus manajemen supervisi akademik berbasis coaching TIRTA dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru kelas rendah di sekolah dasar melalui kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (critical literature review) dengan menganalisis 15-30 referensi teoretis dan jurnal ilmiah bereputasi dari delapan tahun terakhir (2018–2026). Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengintegrasikan fungsi organik manajemen. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknik coaching ke dalam fungsi manajemen supervisi akademik terbukti mampu mengubah paradigma kontrol menjadi kemitraan yang humanis. Pada tahap perencanaan, pelibatan guru secara kolaboratif dalam menentukan fokus supervisi menciptakan ruang aman yang meminimalkan kecemasan dan ketegangan guru. Pada tahap pelaksanaan, dialog berbasis alur TIRTA menstimulus daya refleksi mandiri guru kelas rendah untuk mendesain metode pengajaran yang adaptif dan inovatif bagi siswa kelas awal. Selanjutnya, pada tahap evaluasi dan tindak lanjut, pendekatan ini mendorong peningkatan kompetensi pedagogik guru secara berkelanjutan secara internal tanpa paksaan administratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siklus manajemen supervisi akademik berbasis coaching TIRTA, merupakan strategi krusial untuk pengembangan profesionalisme guru sekolah dasar di era modern.