Muhamad Rofi Tectona
Universitas Merdeka Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMBANGUN DESA SIWALAN YANG BERDAYA MELALUI BRANDING DESTINASI DAN INOVASI EKONOMI BERBASIS PARTICIPATORY ACTION RESEARCH Maria Yosepin Endah Listyowati; Tutik Heriana; Muhamad Rofi Tectona; Aulia Zalzabela; Mulyono Eko Prasetyo
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.164

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun Desa Siwalan yang berdaya melalui penguatan branding destinasi wisata serta inovasi ekonomi berbasis partisipasi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi Desa Siwalan meliputi belum optimalnya pengelolaan Taman Wisata Belik Umbul, rendahnya identitas destinasi wisata, serta terbatasnya pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pengembangan ekonomi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap survei kebutuhan, focus group discussion (FGD), pelatihan, pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi secara kolaboratif bersama pemerintah desa, kelompok sadar wisata, dan pelaku UMKM. Program pengabdian menghasilkan beberapa capaian utama, yaitu terbentuknya identitas destinasi wisata baru sebagai Taman Bunga dan Pemancingan Belik Umbul, peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis komunitas (community based tourism), serta optimalisasi promosi digital melalui pembaruan informasi berbasis lokasi dan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan modal sosial desa, serta meningkatnya visibilitas destinasi wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal. Kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi branding destinasi, inovasi ekonomi kreatif, dan kolaborasi multipihak mampu mendorong kemandirian desa sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.