Shodikin Shodikin
Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KEMANDIRIAN UMKM MELALUI PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL SELF DECLARE BERBASIS APLIKASI SIHALAL Siti Masdah; Nuruniyah Nuruniyah; Ayu Diana Meilantika; Ayu Rizky; Maya Putriasti Mayarestya; Maufiroh Maufiroh; Shodikin Shodikin
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.174

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan dan minuman memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, namun masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikasi halal akibat rendahnya pemahaman tentang Jaminan Produk Halal (JPH), keterbatasan literasi digital, serta minimnya pendampingan teknis dalam proses sertifikasi halal self declare. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing produk dan keterbatasan akses pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian UMKM dalam proses sertifikasi halal melalui pendampingan berbasis aplikasi SIHALAL. Metode yang digunakan berupa pendekatan terpadu melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan teknis secara langsung kepada pelaku UMKM sektor pangan dan minuman di Kubu Raya. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pretest dan posttest, observasi, wawancara, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait konsep halal dan penggunaan aplikasi SIHALAL, perubahan sikap positif terhadap pentingnya sertifikasi halal, serta peningkatan keterampilan peserta dalam menyusun dokumen halal dan melakukan pengajuan sertifikasi secara mandiri. Selain itu, kegiatan juga mendorong peningkatan kesadaran higiene dan sanitasi produksi serta meningkatkan kepercayaan diri UMKM dalam memasarkan produk. Program ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi, literasi digital, dan pendampingan teknis efektif dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian UMKM menuju penguatan ekosistem halal berbasis digital.
Education On A Health Administration Model Based On Early Detection And Referral For Children With Disabilities In Early Childhood Siti Masdah; Nita Putriasti Mayarestya; Raditya Rahmatun Nur Hidayat; Wiranda Albarenzi; Shodikin Shodikin; Imroatun Nisa
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2026): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/transformasi.v6i2.39732

Abstract

Raudhatul Athfal (RA) teachers play a strategic role in the early detection of developmental disorders in children; however, many still have limited competence in developmental screening, school health administration, and referral procedures. This community service program aimed to improve teachers' knowledge and skills through a health administration model based on early detection and referral for children with disabilities. The program was conducted on May 1, 2026, at TK Al-Hasani, West Pontianak, involving 20 participants consisting of 17 RA teachers, 1 educational staff member, and 2 parents/guardians. The intervention included interactive lectures, hands-on training, developmental screening simulations, communication and referral role-play, and participatory mentoring through individual guidance in completing developmental observation forms, school health administration records, and referral documents. Program effectiveness was evaluated using a one-group pretest-posttest design. The results demonstrated improvements across all knowledge indicators: knowledge of early disability detection increased from 78.4 to 84.7 (6.3-point increase), understanding of developmental delay signs from 70.1 to 86.5 (16.4-point increase), understanding of the referral system from 65.8 to 82.9 (17.1-point increase), and understanding of school health administration from 72.3 to 81.6 (9.3-point increase). In addition, all participants successfully practiced completing health administration forms and referral documents during the supervised simulation sessions. The novelty of this program lies in integrating education, hands-on practice, intensive mentoring, and the provision of practical school health administration tools, making it more comprehensive than conventional training that focuses solely on knowledge enhancement. This model has the potential to strengthen the sustainable implementation of early detection and referral systems in early childhood education settings