Pembelajaran teks berita di SMP menuntut peserta didik mampu memahami fakta, menyusun informasi, serta menulis berita secara runtut dan bertanggung jawab. Namun, hasil analisis awal di SMP Negeri 2 Palembang menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan masih terbatas pada buku paket dan belum sepenuhnya memandu siswa melakukan praktik jurnalistik sederhana. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar teks berita untuk pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII serta mendeskripsikan tingkat kevalidan, kepraktisan, dan kebermanfaatannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Palembang, sedangkan objek penelitian berupa modul ajar teks berita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket kebutuhan, lembar validasi ahli, angket respons pengguna, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa kebutuhan guru terhadap modul mencapai 96% dan kebutuhan siswa menunjukkan kecenderungan positif. Validasi ahli materi memperoleh 85% (sangat valid), ahli bahasa 80% (valid), dan ahli media/desain 85% (sangat valid). Uji kepraktisan menunjukkan respons siswa kelas VIII.1 sebesar 92% dan VIII.2 sebesar 89,75%, keduanya berkategori sangat praktis. Dengan demikian, modul ajar teks berita layak digunakan sebagai bahan ajar pendamping pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP, dengan catatan efektivitas belajar perlu diperkuat melalui data pretest-posttest yang lebih lengkap.