Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEACHER AGENCY IN INTEGRATING PANCASILA VALUES INTO ENGLISH LANGUAGE TEACHING: PERSPECTIVES AND CHALLENGES FROM RURAL INDONESIA Santi Farmasari; Desi Herayana; Hartati Suryaningsih; La Ode Alfin Aris Munandar; Aril Eka Rizki; Alzena Aristawidya
Jurnal Suluh Pendidikan Vol 14 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jsp.v14i1.2571

Abstract

This study examines the agency of English teachers in incorporating the Pancasila Student Profile (PSP) values into English Language Teaching (ELT) under Indonesia's Independent Curriculum. Despite the PSP's major role in curriculum reform, there is less understanding of how EFL teachers exert agency in implementing national character education objectives within language teaching methods, especially in rural settings. This qualitative study, informed by the ecological concept of teacher agency, included ten English teachers from five regencies on Lombok Island, Indonesia. Data were gathered through semi-structured interviews, narrative reflections, and document analysis, and were examined using thematic analysis. The findings indicate that instructors viewed PSP integration to assert agency through pedagogical decision-making, multidisciplinary cooperation, and instructional innovation. Nonetheless, their agency was hindered by restricted curricular understanding, inadequate assessment literacy, workload demands, and financial constraints. This study enhances the literature on teacher agency by illustrating how agency is simultaneously facilitated and restricted by personal, structural, and relational factors during curricular reform. The results underscore the necessity for ongoing professional development, collaborative educational environments, and supporting institutional policies to enhance teachers' ability to incorporate national values into English Language Teaching.
Pendampingan dan Penguatan Peran Pengawas pada Pelaksanaan UTBK UKPPPG Guru Berbasis Domisili di Universitas Mataram: Refleksi dan Strategi Penanganan Kendala: Assistance Program on Strengthening the Role of Examination Supervisors in Administering the Domicile-Based UTBK UKPPPG Written Examination at the University of Mataram: Reflections and Strategies in Tackling the Computer-based Test Challenges Sartika Hijriati; Lalu Jaswadi Putera; Hartati Suryaningsih; Baiq Annisa Shallaita; Adibah Adibah; Desi Herayana
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10552

Abstract

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) UKPPPG berbasis domisili memberikan kemudahan akses bagi peserta, namun juga menghadirkan berbagai kendala teknis yang berpotensi mengganggu kelancaran ujian. Pengawas dalam hal ini tidak hanya berperan sebagai pengendali pelaksanaan ujian, tetapi juga sebagai fasilitator dalam penyelesaian masalah di lapangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala pelaksanaan UTBK UKPPPG Guru serta mendeskripsikan strategi penanganan oleh pengawas berdasarkan pengalaman lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di LPTK Universitas Mataram pada UUTBK UKPPPG Periode IV Tahun 2025 dengan pendekatan partisipatif-reflektif. Data diperoleh dari 90 pengawas melalui kuesioner reflektif berbasis Google Forms dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa kendala utama meliputi gangguan jaringat internet (42.2%), aplikasi ujian (24.4%), perangkat peserta (13.3%), transisi antar-subtes (11.1%), literasi digital peserta (5.6%), dan kendala lainnya (3.4%). Strategi penanganan yang dilakukan pengawas mencakup penggunaan jaringan cadangan, refresh, dan login ulang sistem, penggantian perangkat, pendampingan teknis, serta koordinasi dengan tim teknis. Temuan ini menunjukkan adanya transfromasi peran pengawas dari fungsi pengawasan menjadi fasilitator dan mediator teknis dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer.