Benyamin Susim
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pelatihan Dan Displin Kerja Terhadap Kinerja Aparat Sipil Negara (Studi Kasus Pada Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan Dan Pertahanan Provinsi Papua Barat Daya) Benyamin Susim; Vebby Anwar; Andi Irwan; Pahmi Pahmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.11477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan, pada Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya kapasitas teknis pegawai akibat minimnya pelatihan yang relevan serta kurangnya kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas, yang berdampak pada belum optimalnya pencapaian target organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berjumlah 75 orang, dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 5 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,668, t-hitung 5,367, dan signifikansi 0,000. Disiplin kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,369, t-hitung 2,847, dan signifikansi 0,006. Secara simultan, pelatihan dan disiplin kerja bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F-hitung 19,869 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,356 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 35,6% variasi kinerja pegawai, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelatihan dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan, dengan pelatihan sebagai faktor yang paling dominan. Saran yang diberikan adalah perlunya peningkatan program pelatihan berbasis kebutuhan nyata, penguatan penegakan disiplin kerja secara konsisten, serta integrasi kedua program tersebut dalam strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.