Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kemandirian Finansial Siswa dalam Perspektif Ekonomi Kewarganegaraan siswa Sekolah Menengah Atas 4 Sorong Kepulauan Daniyati Daniyati; Ihsan Ihsan; Vebby Anwar
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4381

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemandirian finansial siswa dalam pengelolaan uang saku ditinjau dari perspektif ekonomi kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Sorong Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang melibatkan 61 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang saku, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan, menabung, dan menentukan prioritas penggunaan uang. Namun, penerapan perilaku tersebut belum dilakukan secara konsisten karena masih dipengaruhi oleh kecenderungan konsumtif dan rendahnya perencanaan keuangan. Dalam perspektif ekonomi kewarganegaraan, kemandirian finansial mencerminkan nilai tanggung jawab, disiplin, pengendalian diri, serta kemampuan mengambil keputusan ekonomi secara rasional dan etis. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi literasi finansial dan Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi dalam membentuk warga negara yang mandiri, bertanggung jawab, dan bijak dalam mengelola sumber daya ekonomi.
THE IMPACT OF WORK DISCIPLINE AND MOTIVATION ON SERVICE PERFORMANCE: WORK ETHIC AS A MODERATOR IN THE AGRICULTURAL OFFICE OF TAMBRAUW REGENCY Nelsan Mustamu; Wa Ode Likewati; Vebby Anwar
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 13 No 1 (2026): JMBI UNSRAT Volume 13 Nomor 1
Publisher : Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v13i1.66801

Abstract

This study aims to analyze the influence of work discipline and work motivation on service performance, with work ethic as a moderating variable, among employees at the Department of Agriculture, Tambrauw Regency. A quantitative research methodology was employed to gather data from all 60 employees via questionnaires, interviews, and documentation. The results indicate that both work discipline and motivation have a significant positive effect on service performance, both partially and simultaneously. Moreover, work ethic is found to strengthen the relationship between work discipline and service performance but does not significantly moderate the relationship between work motivation and service performance. The findings highlight that work motivation is the dominant factor affecting service performance. These results suggest that improving service performance at the Department of Agriculture requires a balanced strategy that enhances both work motivation and discipline, supported by strong work ethics. The study recommends the implementation of motivational programs, enforcement of discipline policies, and cultivation of organizational values that foster integrity and responsibility among employees to achieve optimal service quality.
THE ROLE OF LEADERSHIP, COMPETENCE AND WORK MOTIVATION IN IMPROVING EMPLOYEE PERFORMANCE AT THE DEPARTMENT IN SOUTHWEST PAPUA Ferry Anggro; Vebby Anwar; Mervin Irian Sadipun Komber
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 13 No 1 (2026): JMBI UNSRAT Volume 13 Nomor 1
Publisher : Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v13i1.66852

Abstract

This study analyzes the influence of leadership and competence on employee performance, with work motivation as an intervening variable at the Department of Manpower, Transmigration, Energy, and Mineral Resources of Southwest Papua Province. The study utilizes a quantitative methodology, involving 43 civil servants chosen via purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed by multiple linear regression, path analysis, and the Sobel test. The findings indicate that leadership and competence significantly affect both work motivation and employee performance. Furthermore, work motivation is proven to significantly mediate the influence of leadership and competence on employee performance. These findings underscore the necessity of enhancing leadership quality, augmenting employee competence, and fortifying work motivation to elevate employee performance within regional government agencies. The practical implication of this research provides a reference for formulating effective human resource management policies in the public sector.
CORRELATION OF ORGANIZATIONAL COMMITMENT, WORK MOTIVATION, AND EMPLOYEE PERFORMANCE: CASE STUDY AT THE DEPARTMENT OF COMMUNICATION, INFORMATICS, STATISTICS, AND ENCRYPTION, SOUTHWEST PAPUA PROVINCE Darmawati Darmawati; Vebby Anwar; Mervin Irian Sadipun Komber
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 13 No 1 (2026): JMBI UNSRAT Volume 13 Nomor 1
Publisher : Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v13i1.66809

Abstract

This study aims to analyze the correlation between organizational commitment, work motivation, and employee performance at the Department of Communication, Informatics, Statistics, and Encryption of Southwest Papua Province. The research employs a quantitative approach using a survey method involving 43 employees as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using statistical software. The results indicate that both organizational commitment and work motivation have a positive and significant relationship with employee performance, both partially and simultaneously. These findings highlight the importance of strengthening organizational commitment and work motivation to enhance employee performance in newly established regional government agencies. The study recommends strategies for improving internal communication, fostering commitment, and enhancing work motivation to achieve optimal organizational goals.
Peran Pelatihan Dan Displin Kerja Terhadap Kinerja Aparat Sipil Negara (Studi Kasus Pada Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan Dan Pertahanan Provinsi Papua Barat Daya) Benyamin Susim; Vebby Anwar; Andi Irwan; Pahmi Pahmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.11477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan, pada Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya kapasitas teknis pegawai akibat minimnya pelatihan yang relevan serta kurangnya kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas, yang berdampak pada belum optimalnya pencapaian target organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berjumlah 75 orang, dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 5 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,668, t-hitung 5,367, dan signifikansi 0,000. Disiplin kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,369, t-hitung 2,847, dan signifikansi 0,006. Secara simultan, pelatihan dan disiplin kerja bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F-hitung 19,869 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,356 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 35,6% variasi kinerja pegawai, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelatihan dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan, dengan pelatihan sebagai faktor yang paling dominan. Saran yang diberikan adalah perlunya peningkatan program pelatihan berbasis kebutuhan nyata, penguatan penegakan disiplin kerja secara konsisten, serta integrasi kedua program tersebut dalam strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Pengaruh Tupoksi, Kepemimpin Transformasional Dan Motovasi Terhadap Efektifitas Pelayanan Pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian Dan Perdagangan Papua Barat Daya Albert Nauw; Wa Ode Likewati; Vebby Anwar; Pahmi Pahmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.11479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tupoksi pegawai, kepemimpinan transformasional, dan motivasi kerja terhadap efektivitas pelayanan pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat Daya, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan tupoksi pegawai, kepemimpinan transformasional, dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelayanan dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,679. Secara parsial, tupoksi pegawai tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelayanan dengan nilai signifikansi 0,826. Sebaliknya, kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pelayanan dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien regresi sebesar 0,619. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pelayanan dengan nilai signifikansi 0,002 dan koefisien regresi sebesar 0,527. Variabel yang paling dominan memengaruhi efektivitas pelayanan adalah kepemimpinan transformasional. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas pelayanan publik memerlukan kepemimpinan yang visioner dan inspiratif serta didukung oleh motivasi kerja pegawai yang tinggi. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan dan peningkatan motivasi kerja menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
DETERMINAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MELALUI EFEKTIFITAS KERJA: PERAN MOTIVASI KERJA, PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PADA BKPSDM PROVINSI PAPUA BARAT DAYA Yunus Yunus; Vebby Anwar; Pahmi Pahmi
JURNAL LENTERA BISNIS Vol. 15 No. 2 (2026): JURNAL LENTERA BISNIS, Mei 2026
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v15i2.2364

Abstract

This study examines the determinants of job satisfaction through work effectiveness by positioning work motivation and training and career development as antecedents at BKPSDM Southwest Papua Province. A quantitative explanatory research design was applied. Data were collected through questionnaires distributed to 32 employees and analyzed using SPSS 26 for descriptive statistics and SmartPLS 4 for SEM-PLS testing. Findings reveal that work motivation has a positive but insignificant effect on work effectiveness and job satisfaction. Training and career development have positive and significant effects on work effectiveness and job satisfaction. Work effectiveness also has a positive and significant effect on job satisfaction. The mediation test shows that work effectiveness does not mediate the relationship between work motivation and job satisfaction, but significantly mediates the relationship between training and career development and job satisfaction. This study is limited to one public agency with a small population, so generalization should be cautious. Its originality lies in testing a civil servant job satisfaction model in a newly established province by integrating career development, work effectiveness, and BKPSDM’s institutional context.
Pengaruh Kompotensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Sonya E. Momot; Vebby Anwar; Pahmi Pahmi; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan motivasi kerja pegawai menjadi aspek yang perlu diperhatikan untuk mencapai kinerja yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong yang dipilih sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, kompetensi dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, serta dorongan kerja pegawai dapat meningkatkan kualitas kinerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, organisasi perlu mengembangkan program peningkatan kompetensi dan strategi pemberian motivasi yang berkelanjutan guna mendukung pencapaian kinerja yang lebih efektif dan efisien.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Disiplin Kerja Pegawai Terhadap Kepuasan Masyarakat Pada Biro Umum Provinsi Papua Barat Daya Deliana Rahakbauw; Pahmi Pahmi; Rosdinaman Budi; Vebby Anwar
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan disiplin kerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat pada Biro Umum Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Biro Umum Provinsi Papua Barat Daya yang berjumlah 100 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh (sensus), sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,103, nilai t-hitung 2,228 > t-tabel, dan tingkat signifikansi 0,028 < 0,05; (2) Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,714, nilai t-hitung 10,648 > t-tabel, dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05; (3) Secara simultan, kualitas pelayanan dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai F-hitung 135,212 > F-tabel dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,736 menunjukkan bahwa 73,6% variasi kepuasan masyarakat dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut, sedangkan sisanya 26,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas pelayanan dan disiplin kerja pegawai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa disiplin kerja merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan masyarakat (koefisien regresi 0,714) dibandingkan dengan kualitas pelayanan (koefisien regresi 0,103). Dalam konteks Provinsi Papua Barat Daya sebagai daerah otonomi baru, disiplin kerja menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Saran yang diberikan antara lain pimpinan Biro Umum perlu memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi disiplin pegawai secara konsisten, menerapkan sistem penghargaan dan sanksi yang jelas, memberikan keteladanan dalam hal disiplin, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui perbaikan kelima dimensi SERVQUAL (reliability, tangibles, responsiveness, assurance, dan empathy).
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, dan Insentif Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong Jongki Koraag; Pahmi Pahmi; Vebby Anwar; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan insentif terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh variasi kinerja pegawai yang diduga dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan, budaya organisasi, dan sistem insentif yang diterapkan dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong, kinerja pegawai lebih dipengaruhi oleh faktor sistem penghargaan dibandingkan dengan faktor kepemimpinan dan budaya organisasi secara individual. Hal ini mengindikasikan bahwa pegawai cenderung bekerja berdasarkan sistem dan prosedur kerja yang telah ditetapkan, sehingga peran kepemimpinan dan budaya organisasi belum memberikan pengaruh langsung terhadap peningkatan kinerja.