Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digital Ilustration: Form Sketch to Screen in Design Skill Workshop 2025 Vikky Aprelia Windani; Amirudin Khorul Huda; Suya Tri Atmja; Fiyas Mahaning Puri; Dewi Anisa Istiqomah
Cahaya Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Apik Cahaya Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61971/cp.v3i1.284

Abstract

Graphic design is a highly relevant skill for today's digital generation. Graphic design allows for visual communication, allowing for easier understanding of ideas, concepts, and messages. Mastery of graphic design is crucial for teachers in creating creative, interactive learning media, and enhancing student interest and motivation. For students with non-IT backgrounds, graphic design is not a compulsory subject, requiring them to learn independently. Based on these issues, this community service activity was implemented as a form of training and mentoring related to the use of graphic design using the popular and easy-to-use Canva application. This activity was aimed at students belonging to the English Language Education Program Student Association, Faculty of Tarbiyah, State Islamic University of Salatiga. The results of the questionnaire evaluation showed that the program was very effective and exceeded the threshold of success. The overall average was 4.39 out of 5, with all respondents scoring at least 4. Facilities emerged as a key strength, with an average of 4.40, which facilitated smooth practice. Participants' self-efficacy was high at 4.39, with the material presented and delivery solid at 4.38. Assignments were rated clear and realistic, with an average score of 4.38, although a small number of participants still hoped for a more refined work rhythm. Relevance and impact were rated at 4.37, while satisfaction reached 4.38. Overall, the learning experience was rated excellent, objectives were achieved, and the foundation for the program's sustainability is strong.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PRIORITAS LOKASI SPBU DI KECAMATAN BATANG CENAKU BERBASIS WEBGIS MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DENGAN PEMBOBOTAN ENTROPY (STUDI KASUS DESA BUKIT LIPAI) Amirudin Khorul Huda
KOMNET : Jurnal Komputer, Jaringan dan Internet 2026: Vol 4 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/r4x3y989

Abstract

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan sarana penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, namun penentuan lokasinya sering dilakukan dengan cara subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas lokasi SPBU di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, menggunakan metode TOPSIS dengan pembobotan Entropy dan memvisualisasikannya dalam bentuk WebGIS. Sebanyak 20 desa dinilai berdasarkan sembilan kriteria yang bersumber dari data sekunder publikasi Kecamatan Batang Cenaku Dalam Angka 2025 dan data spasial OpenStreetMap. Metode Entropy digunakan untuk menghitung bobot kriteria secara objektif, sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk memeringkat alternatif. Hasil penelitian menunjukkan kriteria jarak ke jalan poros memperoleh bobot tertinggi (0,403). Desa Bukit Lipai menempati peringkat pertama dengan nilai preferensi 0,8772, diikuti Kuala Gading dan Aur Cina. Hasil perankingan divisualisasikan dengan melalui WebGIS yang berbasis Leaflet.js sehingga memudahkan interpretasi spasial. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kombinasi Entropy, TOPSIS, dan WebGIS mampu menghasilkan rekomendasi prioritas lokasi SPBU secara objektif dan transparan.
Implementasi Cluster Proxmox dengan Fitur High Availability pada Laboratorium Sysadmin Universitas Amikom Yogyakarta Surya Tri Atmaja Ramadhani; Fiyas Mahananing Puri; Bahrun Gozali; Muhammad Alfarozi; Amirudin Khorul Huda
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/hzd0r562

Abstract

Ketersediaan tinggi pada infrastruktur virtualisasi kampus krusial untuk menjaga kesinambungan pembelajaran, namun pemilihan backend penyimpanan sering tidak berbasis bukti. Studi ini mengevaluasi ZFS lokal, NFS berbasis jaringan, dan Ceph terdistribusi pada Proxmox VE di dua skenario, kegagalan simpul komputasi dan kegagalan penyimpanan. Metrik layanan didefinisikan sebagai waktu failover sejak deteksi kegagalan hingga VM siap dan downtime yang teramati klien. Eksperimen dilakukan tiga ulangan per kondisi dengan jeda stabilisasi. Inferensi nonparametrik diterapkan, yaitu Kruskal Wallis dengan uji lanjut Dunn terkoreksi Holm, Mann Whitney U, Cliff’s delta, serta interval kepercayaan 95 persen berbasis bootstrap. Pada kegagalan simpul, ZFS paling cepat dengan failover 31±1 detik dan downtime 27±1 detik, melampaui NFS 45±2 detik dan 39±2 detik serta Ceph 60±2 detik dan 52±2 detik. Perbedaan global signifikan, H(2)=7,20 dan p=0,027, serta ZFS dibanding Ceph tetap signifikan, p=0,0219. Pada kegagalan penyimpanan, Ceph lebih cepat daripada NFS dengan failover 38±1 detik berbanding 47±2 detik dan downtime 33±1 detik berbanding 42±2 detik. Temuan menyarankan pemilihan backend selaras dengan risiko dominan, ZFS untuk kegagalan simpul dan Ceph untuk gangguan penyimpanan. Kebaruan terletak pada evaluasi lintas backend berbasis metrik layanan dengan analisis inferensial dan prosedur pengukuran yang replikatif.