Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Maggot BSF: Peningkatan Kapasitas Produksi Pakan (Pelet) Alternatif Berbasis Lingkungan di Desa Kajao Laliddong, Kabupaten Bone Feby Triadi; Syarifa Aeni; M Awaluddin A; Afifah Afifah; A. Putri Reski Amalia; Radia Radia; Muhammad Asdar
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2023): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v6i2.13237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi pakan ternak di Kelompok Ternak Batara Deceng, Desa Kajaolallidong, Kabupaten Bone. Fokus permasalahan yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan peternakan, meningkatnya harga pakan pabrikan, dan integrasi peternakan ayam dengan Maggot BSF. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan monitoring. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola peternakan terintegrasi, pembuatan pakan alternatif berbahan dasar Maggot BSF, dan integrasi peternakan ayam dengan Maggot BSF. Luaran yang dihasilkan meliputi peningkatan pemberdayaan masyarakat, publikasi di jurnal dan media cetak, serta video pelaksanaan program. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi pakan ternak dan memperkuat integrasi antara peternakan ayam dan Maggot BSF
Edukasi dan Pelatihan Mitigasi Bencana Untuk Masyarakat Daerah Rawan Banjir M. Awaluddin; Hezron Alhim Dos Santos; Sugirah Rahman; Maria Herlinda Dos Santos; Muhammad Asdar
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 1, Nomor 1, April 2024
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/s4h7ps04

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan memiliki dampak sosial-ekonomi signifikan, terutama di daerah rawan. Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, adalah salah satu wilayah yang sangat rentan terhadap banjir akibat topografi yang dekat dengan sungai serta laut dan sistem drainase yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana banjir melalui program mitigasi bencana yang terintegrasi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah dengan Penyuluhan dan sosialisasi melalui Forum Group Discussion (FGD) dan penyebaran peta risiko banjir telah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tanda-tanda awal banjir dan langkah-langkah preventif. Pelatihan kesiapsiagaan, termasuk evakuasi dan simulasi bencana, berhasil meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merespons situasi darurat. Pembentukan kelompok siaga bencana telah memperkuat kapasitas komunitas dalam penanganan bencana. Kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lembaga pendidikan telah memperkuat efektivitas program mitigasi. Kampanye kesadaran publik melalui media sosial dan program sekolah berhasil menyebarluaskan informasi penting dan meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan, penguatan kapasitas komunitas, dan kesadaran yang lebih baik tentang risiko banjir. Program mitigasi ini berhasil memperkuat ketahanan masyarakat Cenrana terhadap bencana banjir dan mengurangi dampak potensialnya. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya koordinasi yang baik dan komitmen bersama dalam upaya mitigasi bencana.   
Public Service Bureaucracy and the Tradition of Nobility: Cultural Resistance to the New Public Service Ethos Muhammad Asdar; Andi Asdar; Mashuri Mashuri; Andi Muhammad Yunus; Jumiati Jumiati
Public Resource Innovation Management and Excellence June 2025, Volume 2 Number 2
Publisher : Public Resource Innovation Management and Excellence

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the influence of aristocratic traditions on leadership and public service bureaucratic practices in Bone Regency, South Sulawesi, and examines the forms of cultural resistance that hinder the implementation of the New Public Service (NPS) ethos. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, then analyzed thematically using a Weberian theoretical framework and the NPS paradigm. The results show that aristocratic traditions are not merely a cultural identity but also a source of political and administrative legitimacy that shapes paternalistic leadership styles and reinforces patron-client patterns within the bureaucracy. In public service practices, formal procedures such as SOPs and digital systems often experience decoupling from informal mechanisms that still emphasize personal closeness and status symbols. This cultural resistance creates a paradox: the bureaucracy appears institutionally modern, but its practices remain patrimonial. This study emphasizes that bureaucratic reform in regions with a noble heritage must consider the local cultural context, by reinterpreting aristocratic values as social capital to support participatory, inclusive, and egalitarian public services. These findings provide theoretical contributions to contextual public administration studies as well as practical implications for bureaucratic reform strategies in similar areas.
Ecological Values in Tradition Kajang Community Weaving: Implications for Preservation Culture and Environment Feby Triadi; Muhammad Asdar; Nur Faidzaturrahmah; Sarmianti Ansar; M. Awaluddin
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v5i3.3487

Abstract

Study This aim for study mark ecological in tradition weaving the Kajang community and the implications to preservation culture and environment. Focus study directed at tradition Tope Le'leng or sarong black as material culture that is not only functioning as product textiles traditional, but also as symbol identity, simplicity, compliance customs and relations harmonious man with nature. Research This use approach qualitative with method ethnography ecological. Data collected through observation participatory, interview in-depth, documentation, and search source relevant written research results. show that mark ecological in tradition Kajang weaving seen in use material natural, especially leaf tarum as dyes, utilization tool weaving traditional made from wood and bamboo, as well as the ongoing production process slow and limited. Tope Le'leng also have meaning symbolic in life social, customs and rituals of the Kajang people, especially as marker simplicity, equality and obedience to Pasang ri Kajang. In addition, the tradition weaving play a role in preservation culture through inheritance knowledge local, especially by women weavers, at the same time show a sustainability model-based wisdom custom. Research This confirm that Tope Le'leng is knot important between material culture, ethics ecology, spirituality and identity Kajang community. Preservation tradition Kajang weaving with thus need placed as part from effort guard culture at a time nurse environment.
Evaluation of Electronic Medical Records Management in Healthcare Facilities A. Aan. B. Syahputra; Liskha Ayuningrum; M Awaluddin; Feby Triadi; Muhammad Asdar
Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/xanc9746

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of implementing Integrated Information Systems, such as the Community Health Center Management Information System (SIMPUS) and the Health Information System (SIK), in improving public health data reporting in healthcare facilities, particularly community health centers. The method used was a literature review of various studies published between 2020 and 2025. The results of the review indicate that implementing health information systems has been proven to accelerate service processes, improve data accuracy, and facilitate reporting to relevant agencies. However, implementation effectiveness is still influenced by human resources, technological infrastructure, internet network stability, and support from regional management and policies. Frequent obstacles include lack of operator training, technical system disruptions, and differences in readiness between regions. Therefore, increasing human resource capacity, strengthening infrastructure, and continuous system integration are key to achieving effective, accurate, and sustainable public health data reporting.
Job Satisfaction Towards Employee Loyalty In Hospitals Osnawati Marsaoly; Arif Mustofa; Liskha Ayuningrum; M Awaluddin; Muhammad Asdar
Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/461pam43

Abstract

This study aims to analyze the influence of job satisfaction on employee loyalty in hospitals through a qualitative literature review. In the context of healthcare, job satisfaction is a crucial factor determining employee loyalty and performance. The study reviews national studies published between 2020 and 2025, focusing on factors such as compensation, leadership style, work motivation, organizational culture, and career development. The results indicate that job satisfaction is positively and significantly related to employee loyalty. Factors such as compensation, leadership style, motivation, organizational culture, and career development opportunities have been shown to influence job satisfaction levels, which ultimately impact employee loyalty to the hospital. Furthermore, transformational leadership and work motivation act as supporting factors that strengthen the relationship between satisfaction and loyalty. Therefore, increasing job satisfaction through inspirational leadership strategies, fair reward systems, and sustainable career development can be a strategic step in building employee loyalty and improving overall hospital organizational performance.
Effectiveness of Integrated Information Systems in Reporting Public Health Data: Literature Study  Sitti Hartinah; Liskha Ayuningrum; M Awaluddin; Nur Khafifah Bardi; Muhammad Asdar
Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/f69ncs11

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of implementing Integrated Information Systems, such as the Community Health Center Management Information System (SIMPUS) and the Health Information System (SIK), in improving public health data reporting in healthcare facilities, particularly community health centers. The method used was a literature review of various studies published between 2020 and 2025. The results of the review indicate that implementing health information systems has been proven to accelerate service processes, improve data accuracy, and facilitate reporting to relevant agencies. However, implementation effectiveness is still influenced by human resources, technological infrastructure, internet network stability, and support from regional management and policies. Frequent obstacles include lack of operator training, technical system disruptions, and differences in readiness between regions. Therefore, increasing human resource capacity, strengthening infrastructure, and continuous system integration are key to achieving effective, accurate, and sustainable public health data reporting.
Kebijakan Ekowisata Kabupaten Bone: Antara Pelestarian Lingkungan dan Penguatan Ekonomi Daerah muhammad asdar; A. Fahsar M. Padjalangi; Herianti Herianti; Zulnadila Zulnadila; Muhammad Rijal Kasim
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan ekowisata di Kabupaten Bone dengan pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal, serta mengeksplorasi peran masyarakat dalam implementasi kebijakan tersebut. Pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus digunakan, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Bone memiliki potensi ekowisata yang kaya, termasuk hutan mangrove, pantai alami, dan kawasan pegunungan, yang mendukung kegiatan wisata berbasis alam dan edukasi lingkungan. Kendala utama yang diidentifikasi mencakup keterbatasan infrastruktur, kurangnya koordinasi antarinstansi pemerintah, dan partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat lokal, melalui pengelolaan homestay, pemandu wisata, dan program konservasi, meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan dan keberlanjutan ekosistem. Integrasi antara pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal menciptakan model ekonomi sirkular, di mana keberlanjutan lingkungan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan ekowisata yang efektif, berkelanjutan, dan memberdayakan masyarakat lokal di Kabupaten Bone maupun daerah lain di Indonesia.
Kebijakan Ekowisata Kabupaten Bone: Antara Pelestarian Lingkungan dan Penguatan Ekonomi Daerah muhammad asdar; A. Fahsar M. Padjalangi; Herianti Herianti; Zulnadila Zulnadila; Muhammad Rijal Kasim
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan ekowisata di Kabupaten Bone dengan pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal, serta mengeksplorasi peran masyarakat dalam implementasi kebijakan tersebut. Pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus digunakan, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Bone memiliki potensi ekowisata yang kaya, termasuk hutan mangrove, pantai alami, dan kawasan pegunungan, yang mendukung kegiatan wisata berbasis alam dan edukasi lingkungan. Kendala utama yang diidentifikasi mencakup keterbatasan infrastruktur, kurangnya koordinasi antarinstansi pemerintah, dan partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat lokal, melalui pengelolaan homestay, pemandu wisata, dan program konservasi, meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan dan keberlanjutan ekosistem. Integrasi antara pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal menciptakan model ekonomi sirkular, di mana keberlanjutan lingkungan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan ekowisata yang efektif, berkelanjutan, dan memberdayakan masyarakat lokal di Kabupaten Bone maupun daerah lain di Indonesia.