Andi Zulkarnain
Politeknik Negeri Ujung Pandang PSDKU Kolaka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI TATA KELOLA EKONOMI PUBLIK MENUJU GOOD GOVERNANCE Andi Zulkarnain; Khanan Yusuf; Nian Riawati; Diah Hari Suryaningrum; Aryo Prakoso
JURNAL LENTERA BISNIS Vol. 15 No. 2 (2026): JURNAL LENTERA BISNIS, Mei 2026
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v15i2.2408

Abstract

Transforming public economic governance through digitalization is a crucial agenda for realizing the principles of good governance in a globalized world. However, field dynamics indicate a gap between technological infrastructure readiness and stakeholder engagement behavior. This qualitative research aims to deeply explore the processes, structural-cultural barriers, and dimensions of human behavior in the implementation of digital platforms in the public economic sector. Using a descriptive-analytical case study design, data were collected through in-depth interviews with purposively selected key informants, field observations, and official documents. Data validity was tested using source and method triangulation techniques, which were then analyzed qualitatively through a thematic analysis approach. The results show that structurally, digitalization has successfully overhauled traditional bureaucracy, cut corrupt service chains, and increased transparency and accountability in public finances. However, this success faces cultural challenges in the form of resistance to change, a silo mentality, and low user behavioral intentions due to limited digital literacy and system perceptions (effort expectancy). Based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), weak facilitating conditions are the primary factor inhibiting optimal system adoption. This study concludes that good governance cannot be achieved solely through normative regulations and hardware procurement, but rather requires simultaneous integration with strengthening digital literacy capacity and user behavioral interventions. The policy implications of this research emphasize the importance of simplifying digital procedures and extensive training to create an efficient and accountable public economic system
PELATIHAN MANAJEMEN SDM BAGI UMKM DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA Rizal Perlambang CNAWP; Marniati Syam; Muhammad Fatkhurohman Albashori; Ramdan Yusuf; Andi Zulkarnain
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62773

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai manajemen sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya mendukung produktivitas tenaga kerja. Kegiatan ini melibatan 30 peserta, pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, praktik, pendampingan, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik, peserta memperoleh pemahaman yang lebih terarah mengenai pentingnya manajemen SDM dalam mendukung keberlangsungan dan perkembangan usaha. Pemahaman tersebut didukung oleh hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 50,6% pada pre-test menjadi 81,4% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 30,8%. Peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami pembagian tugas, pengembangan kompetensi, motivasi dan disiplin, komunikasi kerja, evaluasi kinerja, serta keterkaitan manajemen SDM dengan produktivitas. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola tenaga kerja secara lebih efektif. Pemahaman mengenai manajemen SDM yang baik diharapkan dapat mendorong terciptanya pola kerja yang lebih teratur, komunikasi yang lebih efektif, kedisiplinan yang lebih baik, dan penggunaan waktu kerja yang lebih efisien.