Mariana
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Desain Pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka: Konstruksi Teoretis dan Aplikasi Kontekstual Riduan Iksan; Mariana; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2086

Abstract

Desain pembelajaran merupakan elemen fundamental dalam implementasi Kurikulum Merdeka karena menjadi jembatan antara kebijakan kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menuntut keterpaduan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, prinsip, komponen, serta strategi desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dan relevansinya terhadap pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder berupa regulasi pemerintah, buku, dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dibangun di atas empat prinsip utama, yaitu berpusat pada peserta didik, kontekstual, diferensiasi, dan berbasis projek, yang diwujudkan melalui empat komponen yang koheren, yaitu Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar, dan asesmen. Berbagai model pembelajaran seperti pembelajaran berdiferensiasi, Project Based Learning, Problem Based Learning, dan pembelajaran kontekstual terbukti relevan diterapkan dalam PAI karena esensi ajaran Islam sejalan dengan pendekatan pembelajaran aktif dan reflektif. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa kesiapan guru yang belum merata, kebutuhan waktu adaptasi yang panjang, dan kesenjangan infrastruktur antarwilayah. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka bergantung pada penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan serta dukungan sistemik dari satuan pendidikan dan pemangku kebijakan.