Syaiful Bahri Djamarah
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengembangan Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka: Kajian Konseptual tentang Komponen, Prosedur, dan Prinsip Pengembangannya M Masruni; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.514

Abstract

This article discusses the development of teaching modules as instructional tools in the implementation of the Merdeka Curriculum. Teaching modules are a transformation of lesson plans, known as Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), which function not only as administrative documents but also as flexible, contextual, and student-centered learning guides. This article uses a library research method by examining and analyzing various relevant written sources, including books, journal articles, educational regulations, and previous research findings. The findings show that teaching modules have several characteristics, namely self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, and user-friendly. In addition, teaching modules consist of general information, core components, and appendices. Effective teaching module development should consider diagnostic assessment, student characteristics, the Pancasila Student Profile, and the principles of being essential, engaging, meaningful, challenging, relevant, contextual, and continuous. Therefore, teaching modules serve as important instruments for teachers in designing innovative, differentiated, meaningful learning that meets students’ needs.
Kerangka Strategis Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Tantangan Kurikulum Kontemporer Muhammad Rizqo Qolbiy; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1971

Abstract

Desain pembelajaran merupakan komponen fundamental yang menentukan keberhasilan proses pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun demikian, berbagai permasalahan masih ditemukan dalam praktik pembelajaran PAI, seperti dominasi metode ceramah, rendahnya keterlibatan peserta didik, serta kurang optimalnya pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep perumusan strategi dalam desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta mengidentifikasi langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik yang relevan dengan desain pembelajaran dan strategi pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi dalam desain pembelajaran PAI harus disusun secara sistematis melalui analisis kebutuhan peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan metode dan media yang sesuai, serta pelaksanaan evaluasi yang berkelanjutan. Strategi yang dirancang secara tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, keterlibatan peserta didik, serta pencapaian tujuan pendidikan Islam secara komprehensif. Oleh karena itu, guru PAI dituntut memiliki kompetensi dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Evaluasi Desain Pembelajaran PAI Berbasis Constructive Alignment Reza Setya Rachman; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah; Sheila Rosalia
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2006

Abstract

Evaluasi desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam penting dilakukan untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya memenuhi kelengkapan administratif, tetapi juga memiliki keselarasan pedagogis dalam membentuk pemahaman keagamaan, sikap spiritual, dan akhlak peserta didik. Dalam praktiknya, desain pembelajaran PAI sering dinilai dari keberadaan perangkat ajar, seperti tujuan, materi, metode, dan asesmen, namun belum banyak dikaji dari hubungan fungsional antara capaian pembelajaran, aktivitas belajar, asesmen, dan internalisasi nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain pembelajaran PAI melalui kerangka constructive alignment. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelaahan literatur yang relevan tentang desain pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, asesmen, internalisasi nilai, dan constructive alignment. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran PAI yang bermutu perlu dibangun melalui keselarasan antara capaian pembelajaran yang jelas, aktivitas belajar yang aktif dan reflektif, asesmen yang autentik, serta internalisasi akhlak yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi desain pembelajaran PAI tidak cukup diarahkan pada kelengkapan dokumen, tetapi harus menilai keterpaduan antar-komponen pembelajaran. Dengan demikian, constructive alignment dapat menjadi kerangka evaluasi yang lebih utuh, bermakna, dan relevan untuk memperkuat kualitas pembelajaran PAI yang berorientasi pada pembentukan akhlak peserta didik.
Desain Pembelajaran Berbasis Deep Learning dalam Mewujudkan Pembelajaran Mindful, Meaningful, dan Joyful Munawarah; Mutmainah; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2016

Abstract

Desain pembelajaran dalam Kurikulum Deep Learning merupakan pendekatan yang berorientasi pada penguasaan konsep secara mendalam, pengembangan berpikir kritis, dan pembelajaran yang bermakna. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep desain pembelajaran dalam Kurikulum Deep Learning, implementasi prinsip-prinsipnya, serta peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran berbasis Deep Learning menekankan penyederhanaan materi esensial, pembelajaran berbasis inkuiri, asesmen autentik, dan keterkaitan pembelajaran dengan konteks nyata. Guru berperan sebagai perancang, fasilitator, inovator, dan evaluator yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Penerapan pendekatan ini berpotensi meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kemandirian belajar sehingga mendukung pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Metode Pembelajaran oleh Guru Pendidikan Agama Islam Indah Rahmawati; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan metode pembelajaran oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas tiga guru PAI di MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi modul ajar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang paling sering digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Pemilihan metode pembelajaran dipengaruhi oleh karakteristik anak didik, tujuan pembelajaran, situasi pembelajaran, fasilitas, dan faktor guru. Selain itu, ditemukan faktor tambahan yaitu dukungan institusi sekolah yang juga memengaruhi pemilihan metode pembelajaran oleh guru. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh aspek pedagogis, tetapi juga oleh konteks institusional di sekolah.
Penerapan Kerangka Mindful, Meaningful, dan Joyful dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kontemporer Mutmainah; Munawarah; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekonstruksi konseptual desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer melalui integrasi tiga pilar kurikulum Deep Learning, yaitu Mindful, Meaningful, dan Joyful. PAI di era modern kerap menghadapi tantangan berupa "obesitas kurikulum" yang menekankan keluasan materi tekstual daripada kedalaman pemahaman, sehingga memicu krisis kesadaran religius pada peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis kritis-konseptual, penelitian ini membedah reposisi komponen instruksional PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pilar Mindful berhasil membangkitkan kesadaran eksistensial keagamaan (muraqabah); pilar Meaningful menjembatani teks teologis dengan fenomena sosial kontemporer melalui pembelajaran berbasis fenomena; dan pilar Joyful menumbuhkan kepuasan intelektual (ladzah al-ma'rifah) melalui tantangan kognitif yang seimbang. Implementasi kerangka ini merekonstruksi peran guru PAI dari sekadar penyampai materi administratif menjadi perancang instruksional (instructional designer) menggunakan pendekatan Understanding by Design (UbD), serta menggeser model evaluasi dari yang bersifat kaku berbasis produk menuju asesmen otentik berbasis proses (evidence of thinking). Kesimpulannya, model pembelajaran ini menawarkan transformasi pedagogis keagamaan yang tidak hanya mencetak kecerdasan kognitif, melainkan juga memanusiakan ruang kelas dan menginternalisasikan nilai-nilai spiritual secara mendalam.
Desain Pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka: Konstruksi Teoretis dan Aplikasi Kontekstual Riduan Iksan; Mariana; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2086

Abstract

Desain pembelajaran merupakan elemen fundamental dalam implementasi Kurikulum Merdeka karena menjadi jembatan antara kebijakan kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menuntut keterpaduan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, prinsip, komponen, serta strategi desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dan relevansinya terhadap pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder berupa regulasi pemerintah, buku, dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dibangun di atas empat prinsip utama, yaitu berpusat pada peserta didik, kontekstual, diferensiasi, dan berbasis projek, yang diwujudkan melalui empat komponen yang koheren, yaitu Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar, dan asesmen. Berbagai model pembelajaran seperti pembelajaran berdiferensiasi, Project Based Learning, Problem Based Learning, dan pembelajaran kontekstual terbukti relevan diterapkan dalam PAI karena esensi ajaran Islam sejalan dengan pendekatan pembelajaran aktif dan reflektif. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa kesiapan guru yang belum merata, kebutuhan waktu adaptasi yang panjang, dan kesenjangan infrastruktur antarwilayah. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka bergantung pada penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan serta dukungan sistemik dari satuan pendidikan dan pemangku kebijakan.