ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk yang berdampak pada kebutuhan pembangunan di Kabupaten Cianjur mendorong perlunya pemahaman terkait karakteristik fisik dan kapasitas alami suatu lahan sebagai dasar dalam merumuskan arah pengembangan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan lahan di Kabupaten Cianjur. Penelitian dilakukan dengan menganalisis satuan kemampuan lahan yang berpedoman pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari kajian pustaka teoritis, telaah dokumen kebijakan, serta survei data instansi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan lahan di Kabupaten Cianjur terdiri dari kelas kemampuan lahan B (rendah) seluas 1,405 Ha (0,0004%), kelas kemampuan lahan C (sedang) seluas 206.923,287 Ha (57,17%), kelas kemampuan lahan D (agak tinggi) seluas 152.940,164 Ha (42,26%), dan kelas kemampuan lahan E (tinggi) seluas 2.079,459 Ha (0,57%). Lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan merupakan lahan yang memiliki kelas kemampuan lahan C, D, dan E. Kecamatan yang memiliki luas lahan dengan kelas E terbesar adalah Kecamatan Kadupandak dengan luas 401,437 Ha, sedangkan kecamatan yang memiliki luas lahan kelas B terbesar adalah Kecamatan Sukaluyu dengan luas 0,419 Ha. Kata Kunci: Kemampuan, Lahan, Pengembangan ABSTRACT The increase in population, which impacts the development needs in Cianjur Regency, necessitates an understanding of the physical characteristics and natural capacity of land as a basis for formulating development directions in the area. This study aims to assess the land capability in Cianjur Regency. The research was conducted by analyzing land capability units in accordance with the Regulation of the Minister of Public Works Number 20/PRT/M/2007. The data used in this study are secondary data obtained from theoretical literature reviews, policy document analyses, and institutional data surveys. The analytical methods employed were quantitative descriptive analysis and spatial analysis. The results indicate that the land capability in Cianjur Regency consists of class B (low) covering 1,405 ha (0.0004%), class C (moderate) covering 206.923,287 ha (57.17%), class D (moderately high) covering 152.940,164 ha (42.26%), and class E (high) covering 2.079,459 ha (0.57%). Land suitable for development includes classes C, D, and E. Among the districts, Kadupandak District has the largest area of class E area at 401,437 ha, while Sukaluyu District has the largest area of class B area at 0,419 ha. Keywords: Capability, Development, Land