Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI TEOLOGI PENTAKOSTA BAGI JEMAAT MELALUI SEMINAR PENGAJARAN ONLINE DI GBI RAYON 1G Johannes Rajagukguk; Junifrius Gultom; Bertina Munthe
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.2898

Abstract

This community service program aimed to strengthen Pentecostal theological literacy among the congregation of GBI Rayon 1G through an online teaching seminar entitled “Pentecost amid Various Christian Streams.” The program was motivated by the increasing exposure of congregants to diverse theological currents, digital spirituality, and interdenominational religious practices, which require stronger theological discernment. The implementation method consisted of four stages: preparation, seminar implementation, evaluation, and follow-up. The seminar was conducted online through Zoom Meeting and attended by 100 participants, including congregants, church workers, cell-group leaders, and ministry members within GBI Rayon 1G. The results show that 86 participants attended the program until the end, and 80 participants completed the evaluation form. The evaluation indicated an increase in participants’ average understanding from 54.8% before the seminar to 86% after the seminar, representing a 31.2% improvement. The highest increase was found in participants’ ability to distinguish sound teaching from deviant teaching, which improved by 34%. Participants’ responses were also highly positive, with 96.25% stating that the seminar theme was relevant to the needs of the congregation and 97.5% recommending further theological formation. Therefore, the online teaching seminar proved effective as a community service model based on theological education, strengthening doctrinal understanding, critical awareness, and the spiritual maturity of Pentecostal congregants. ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi teologi Pentakosta bagi jemaat GBI Rayon 1G melalui seminar pengajaran online bertema “Pentakosta di Tengah Berbagai Aliran”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya paparan jemaat terhadap berbagai arus pengajaran, spiritualitas digital, dan praktik keagamaan lintas denominasi yang menuntut kemampuan discernment teologis. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan seminar, evaluasi, dan tindak lanjut. Seminar dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas jemaat, pelayan gereja, pemimpin kelompok sel, dan unsur pelayanan di lingkungan GBI Rayon 1G. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 86 peserta mengikuti kegiatan hingga selesai dan 80 peserta mengisi formulir evaluasi. Evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 54,8% sebelum kegiatan menjadi 86% setelah kegiatan, atau mengalami kenaikan sebesar 31,2%. Peningkatan tertinggi terdapat pada kemampuan membedakan ajaran sehat dan ajaran menyimpang sebesar 34%. Respons peserta juga sangat positif, dengan 96,25% peserta menyatakan tema seminar relevan dengan kebutuhan jemaat dan 97,5% peserta menyatakan perlunya pembinaan lanjutan. Dengan demikian, seminar pengajaran online terbukti efektif sebagai model PkM berbasis edukasi teologis yang mampu memperkuat pemahaman doktrinal, kesadaran kritis, dan kedewasaan iman jemaat Pentakosta.
PENINGKATAN KAPASITAS PELAYAN GEREJA MELALUI SEMINAR PERTUMBUHAN GEREJA, TRAINING KHOTBAH, MANAJEMEN PELAYANAN, DAN PENGEMBANGAN DIRI DI GBI RAYON 13 BENGKULU Johannes Rajagukguk; Apin Militia Christi; Donny Charles Chandra; Susanna Kathryn; Sadrakh Sugiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.2892

Abstract

This community service program aimed to enhance the capacity of church ministers through a church growth seminar, preaching training, ministry management, and self-development at GBI Rayon 13 Bengkulu. The program was conducted on March 9, 2024, at Hotel Adeeva, Pantai Panjang, Bengkulu, involving 150 participants, including church ministers, ministry leaders, church activists, cell group leaders, and congregation members engaged in ministry. The implementation method used a participatory-educational approach through material presentation, interactive discussion, question-and-answer sessions, reflection, and evaluation. The results showed highly positive responses from the participants. A total of 77.3% of participants rated the benefits of the program as excellent, 74.7% rated the relevance of the materials as excellent, 72.0% rated the speakers’ delivery quality as excellent, 70.0% indicated excellent improvement in understanding, and 73.3% showed excellent commitment to applying the materials in ministry. These findings indicate that strengthening the capacity of church ministers should be conducted systematically and continuously to support more effective, healthy, and impactful local church ministry. ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelayan gereja melalui seminar pertumbuhan gereja, training khotbah, manajemen pelayanan, dan pengembangan diri di GBI Rayon 13 Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Maret 2024 di Hotel Adeeva, Pantai Panjang, Bengkulu, dengan melibatkan 150 peserta yang terdiri dari pelayan gereja, pengurus pelayanan, aktivis gereja, pemimpin kelompok sel, dan jemaat yang terlibat dalam pelayanan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab, refleksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons sangat positif terhadap pelaksanaan program. Sebanyak 77,3% peserta menilai manfaat kegiatan sangat baik, 74,7% menilai relevansi materi sangat baik, 72,0% menilai kualitas penyampaian narasumber sangat baik, 70,0% menyatakan peningkatan pemahaman sangat baik, dan 73,3% menunjukkan komitmen sangat baik untuk menerapkan materi dalam pelayanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pelayan gereja perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar pelayanan gereja lokal semakin efektif, sehat, dan berdampak.