Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Formation And Characterization Of Ketoprofen-L-Arginine Co-Amorph Using Neat Grinding Method And Its Effect On Ketoprofen Dissolution Rate Wahyu Alfath Firdaus; Erizal Zaini; Salman Umar
Journal of Pharmaceutical and Natural Resources Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Pharmaceutical and Natural Resources
Publisher : Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpnar.v2i1.pp17-23

Abstract

Ketoprofen is a non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) that exhibits anti-inflammatory, analgesic, and antipyretic properties. Ketoprofen belongs to Biopharmaceutics Classification System (BCS) class II, characterized by high permeability and low solubility. This condition limits the drug absorption process and consequently results in a delayed therapeutic effect. Therefore, efforts are required to improve the solubility and dissolution rate of ketoprofen. This study aimed to enhance the dissolution rate of ketoprofen through the formation of ketoprofen–l-arginine co-amorphous systems at molar ratios of 1:1, 1:2, and 1:3. The co-amorphous systems were prepared using the neat grinding method and characterized by Powder X-Ray Diffractometry (PXRD), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy, polarized light microscopy analysis, solubility testing, and dissolution rate profiling. The results indicated the successful formation of ketoprofen–l-arginine co-amorphous systems. DSC thermogram analysis showed endothermic peaks in the range of 70–240°C, while XRD spectra revealed the absence of new crystalline habit formation. Solubility testing demonstrated an increase of 3.38-, 3.21-, and 2.95-fold for the respective formulations. All ketoprofen–l-arginine co-amorphous samples were able to significantly enhance the dissolution rate of ketoprofen.
WORKSHOP PEMBUATAN TEH SIMPLISIA TANAMAN SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN KELUARGA PADA MASYARAKAT DESA SABAH BALAU, TANJUNG BINTANG, LAMPUNG SELATAN Wahyu Alfath Firdaus; Rasmi Zakiah Oktarlina; M. Daffa Imtiyaaz; Siska Endah Tri Utami; Ananda Abdullah Zaki; Ihsanu Al Mubarok
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3825

Abstract

Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan yang sebagian masyarakatnya hidup dari hasil pertanian dan perkebunan. Masayarakat desa sabah balau telah dalam kehidupan sehari-hari telah terbiasa menanam tanaman berkhasiat kesehatan di pekarangan rumah namun masih kurangnya pengetahuan dalam memanfaatkan tanaman berkhasiat menjadi produk berupa teh herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan. Pembuatan the herbal simplisia tanaman berupa rimpang jahe, daun serai, daun kelor, dan daun salam dapat dibuat dengan cara merajang tanaman segar hingga berukuran kecil kemudian dijemur pada terik matahari selama 3 hingga 5 hari sampai kering. Perajangan dan pengeringan bertujuan agar the herbal yang dibuat dapat mengeluarkan sari tanaman yang lebih optimal. Simplisia yang kering dapat menjaga stabilitas the yang baik karena terhindar dari kontaminasi mikroba sehingga dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu dan menambah pengetahuan masyarakat untuk dapat memanfaatkan tanaman berkhasiat di lingkungan sekitar sehingga dapat menjadi sumber minuman kesehatan yang memberikan manfaat sebagai peningkat daya tahan dan kebugaran bagi tubuh. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan masyarakat antusias terhadap kegiatan yang dilakukan dan telah memahami manfaat minuman teh bagi kesehatan serta cara pembuatan dari sediaan minuman teh simplisia tanaman herbal.
Literature Review: Variasi Konsentrasi Ekstrak Rambut Jagung (Zea mays L.) Sebagai Bahan Aktif Dalam Formulasi Sediaan Farmasi Claresta Salma Eristo PNR; Afriyani Afriyani; Wahyu Alfath Firdaus; Zulpakor Oktoba
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1094

Abstract

Pemanfaatan bahan alam dalam industri farmasi mengalami peningkatan signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan keamanan dan keberlanjutan produk. Salah satu bahan alam yang berpotensi untuk pengembangan adalah rambut jagung (Zea mays L.) yang selama ini dianggap sebagai limbah pertanian. Penelitian menunjukkan bahwa rambut jagung mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, polifenol, dan saponin yang memiliki berbagai aktivitas biologis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji variasi konsentrasi ekstrak rambut jagung sebagai bahan aktif dalam formulasi farmasi melalui pendekatan literature review. Penelusuran artikel pada basis ilmiah dianalisis dan diidentifikasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak rambut jagung dapat diformulasikan dalam berbagai bentuk sediaan seperti gel, krim, lotion, serum, dan pelembab bibir dengan berbagai variasi konsentrasi, serta menunjukkan aktivitas biologis yang umumnya meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, namun efektivitas yang dihasilkan tidak hanya bergantung pada konsentrasi, namun juga dipengaruhi oleh jenis sediaan.