Afriyani Afriyani
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Labu (Cucurbita Moschata Durch) Sebagai Minuman Herbal Pada Masyarakat Desa Negeri Katon-Provinsi Lampung Asep Sukohar; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Nur Fitriana Muhammad Ali; Zulpakor Oktoba; Endah Ambarwati; Ihsanti Dwi Rahayu; Afriyani Afriyani; Ramadhan Triyandi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.645 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.101

Abstract

Antioksidan berperan penting dalam melindungi tubuh akibat efek radikal bebas yang menyebabkan menurunnya sistem imun, kanker, dan penyakit degeneratif seperti diabetes dan jantung. Salah satu sumber antioksidan alami adalah kulit Labu (Cucurbita moschata Durch) namun pemanfaatannya belum optimal dan masih sering dianggap limbah. Daerah yang banyak membudidayakan tanaman Labu adalah Desa Negeri Katon Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pemanfaatan limbah kulit Labu belum optimal dikarenakan masyarakat tersebut belum memahami kandungan serta manfaat yang bisa diperoleh dari kulit Labu. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan kulit Labu sebagai sumber antioksidan adalah dengan memanfaatkannya menjadi produk sediaan teh. Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Binaan (PKMDB) ini masyarakat dibimbing untuk meningkatkan pemanfaatan kulit Labu berupa pengetahuan dasar mengenai manfaat kulit labu sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas, penyiapan bahan baku sampel kulit Labu. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode berupa memberi penyuluhan (ceramah dan tanya jawab), Pemberian questionare untuk mengukur efektifitas pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah penyuluhan (pre dan post-test). Setelah pemberian materi dan pendampingan pembuatan sediaan teh Kulit Labu hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan warga meningkat saat kembali mengisi kuesioner yang sama dan berbeda cukup besar dibandingkan sebelumnya. Sehingga melalui adaanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa Kegiatan Pengabdian Masyarakat Di Desa Negeri Katon Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran mampu menambah wawasan dan memberi kontribusi mengenai manfaat dan pemanfaatan kulit Labu (Cucurbita moschata Durch).
Perbandingan Aktivitas Antibakteri pada Berbagai Konsentrasi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Staphylococcus aureus: Suatu Tinjauan Naratif Anisa Safitri; Atri Sri Ulandari; Afriyani Afriyani; Zulpakor Oktoba
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v4i1.958

Abstract

Introduction: Staphylococcus aureus infection remains a major health problem due to the increasing resistance to conventional antibiotics. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) contains bioactive compounds with potential antibacterial properties. This study aimed to evaluate the antibacterial effectiveness of butterfly pea flower extract and to assess the effect of extract concentration variation against Staphylococcus aureus. Method: This study employed a narrative literature review by searching articles from Google Scholar (1,130 articles), PubMed (2 articles), and ScienceDirect (235 articles) published between 2015 and 2025. Articles were selected based on inclusion criteria, namely experimental studies using Staphylococcus aureus as the test bacterium and reporting variations in butterfly pea flower extract concentrations. Exclusion criteria included review articles or proceedings, studies without inhibition zone data, studies not using Staphylococcus aureus, and articles not available in full text. Articles meeting the criteria were analyzed descriptively and comparatively (n = 9 articles). Discussion: Analysis of the nine selected studies indicated that increasing concentrations of butterfly pea flower extract were associated with larger inhibition zones against Staphylococcus aureus. Variations in results were influenced by solvent type, extraction methods, and antibacterial testing techniques. Conclusion: Butterfly pea flower extract demonstrated consistent antibacterial activity against Staphylococcus aureus, particularly at higher concentrations, suggesting its potential development as a natural antibacterial active ingredient.