Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Labu (Cucurbita Moschata Durch) Sebagai Minuman Herbal Pada Masyarakat Desa Negeri Katon-Provinsi Lampung Asep Sukohar; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Nur Fitriana Muhammad Ali; Zulpakor Oktoba; Endah Ambarwati; Ihsanti Dwi Rahayu; Afriyani Afriyani; Ramadhan Triyandi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.645 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.101

Abstract

Antioksidan berperan penting dalam melindungi tubuh akibat efek radikal bebas yang menyebabkan menurunnya sistem imun, kanker, dan penyakit degeneratif seperti diabetes dan jantung. Salah satu sumber antioksidan alami adalah kulit Labu (Cucurbita moschata Durch) namun pemanfaatannya belum optimal dan masih sering dianggap limbah. Daerah yang banyak membudidayakan tanaman Labu adalah Desa Negeri Katon Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pemanfaatan limbah kulit Labu belum optimal dikarenakan masyarakat tersebut belum memahami kandungan serta manfaat yang bisa diperoleh dari kulit Labu. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan kulit Labu sebagai sumber antioksidan adalah dengan memanfaatkannya menjadi produk sediaan teh. Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Binaan (PKMDB) ini masyarakat dibimbing untuk meningkatkan pemanfaatan kulit Labu berupa pengetahuan dasar mengenai manfaat kulit labu sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas, penyiapan bahan baku sampel kulit Labu. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode berupa memberi penyuluhan (ceramah dan tanya jawab), Pemberian questionare untuk mengukur efektifitas pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah penyuluhan (pre dan post-test). Setelah pemberian materi dan pendampingan pembuatan sediaan teh Kulit Labu hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan warga meningkat saat kembali mengisi kuesioner yang sama dan berbeda cukup besar dibandingkan sebelumnya. Sehingga melalui adaanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa Kegiatan Pengabdian Masyarakat Di Desa Negeri Katon Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran mampu menambah wawasan dan memberi kontribusi mengenai manfaat dan pemanfaatan kulit Labu (Cucurbita moschata Durch).
Perbandingan Aktivitas Antibakteri pada Berbagai Konsentrasi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Staphylococcus aureus: Suatu Tinjauan Naratif Anisa Safitri; Atri Sri Ulandari; Afriyani Afriyani; Zulpakor Oktoba
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v4i1.958

Abstract

Introduction: Staphylococcus aureus infection remains a major health problem due to the increasing resistance to conventional antibiotics. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) contains bioactive compounds with potential antibacterial properties. This study aimed to evaluate the antibacterial effectiveness of butterfly pea flower extract and to assess the effect of extract concentration variation against Staphylococcus aureus. Method: This study employed a narrative literature review by searching articles from Google Scholar (1,130 articles), PubMed (2 articles), and ScienceDirect (235 articles) published between 2015 and 2025. Articles were selected based on inclusion criteria, namely experimental studies using Staphylococcus aureus as the test bacterium and reporting variations in butterfly pea flower extract concentrations. Exclusion criteria included review articles or proceedings, studies without inhibition zone data, studies not using Staphylococcus aureus, and articles not available in full text. Articles meeting the criteria were analyzed descriptively and comparatively (n = 9 articles). Discussion: Analysis of the nine selected studies indicated that increasing concentrations of butterfly pea flower extract were associated with larger inhibition zones against Staphylococcus aureus. Variations in results were influenced by solvent type, extraction methods, and antibacterial testing techniques. Conclusion: Butterfly pea flower extract demonstrated consistent antibacterial activity against Staphylococcus aureus, particularly at higher concentrations, suggesting its potential development as a natural antibacterial active ingredient.
Studi Literatur : Pengaruh Konsentrasi Dan Kombinasi Basis Terhadap Karakteristik Masker Gel Peel-Off Dari Bahan Alam Ariza Anggun Maharani; Afriyani Afriyani; Atri Sri Ulandari
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i2.92

Abstract

Masker gel peel-off adalah sediaan kosmetik topikal yang banyak dikembangkan karena praktis, nyaman, dan efektif membersihkan kulit. Karakteristik fisiknya dipengaruhi oleh jenis serta konsentrasi basis, terutama pembentuk film dan pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kombinasi dan konsentrasi basis pada masker gel peel-off berbahan alam melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel nasional dan internasional dari Google Scholar periode 2021–2026 yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan bahwa Polyvinyl Alcohol (PVA) umum digunakan sebagai pembentuk film (3–14%) dan dikombinasikan dengan gelling agent seperti Carbopol 940, gelatin, HPMC, Na.CMC, dan HEC. Variasi jenis dan konsentrasi berpengaruh terhadap pH, daya sebar, dan waktu kering sediaan. Kombinasi pada konsentrasi yang tepat menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik yang baik, stabil, dan memenuhi standar mutu kosmetik.
Pengembangan Nanoemulsi dari Bahan Alam Famili Anacardiaceae sebagai Sistem Penghantaran Senyawa Aktif Antibakteri: Narrative Review Loisa Nopratity Reza; Afriyani Afriyani; Atri Sri Ulandari; Ramadhan Triyandi
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v4i2.975

Abstract

Antibiotic resistance has become a major global health concern, prompting the exploration of natural antibacterial agents and advanced drug delivery systems. Plants from the Anacardiaceae family are known to contain various bioactive compounds, such as phenolics, flavonoids, terpenoids, and fatty acids, which exhibit antibacterial properties. However, the effectiveness of these compounds is often limited by poor solubility and stability. This study aimed to analyze the development of nanoemulsion formulations derived from Anacardiaceae plants as antibacterial delivery systems through a narrative review approach. Literature was collected from NCBI and Google Scholar databases using relevant keywords, resulting in six eligible research articles published between 2016 and 2025. The findings indicate that nanoemulsions produced using both high-energy and low-energy methods exhibit droplet sizes within the nanometer range, with low-energy methods generally producing smaller and more homogeneous droplets. Nevertheless, antibacterial activity varied from weak to strong depending on plant species and bioactive composition, and was not directly correlated with droplet size alone. Overall, nanoemulsions enhance the stability and delivery of bioactive compounds, but their antibacterial effectiveness is strongly influenced by formulation optimization and the type of active compounds. These findings highlight the importance of systematic formulation strategies in developing effective natural antibacterial nanoemulsions Keywords: Anacardiaceae, Antibacterial activity, Nanoemulsion