AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis penerapan komunikasi partisipatif oleh pengelola Bank Sampah Sekar 18 dalam meningkatkan partisipasi warga RT.18 untuk memilah sampah dari sumbernya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis difokuskan pada empat indikator komunikasi partisipatif, yaitu heteroglasia, dialogis, poliponi, dan karnaval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat indikator telah diterapkan untuk membangun keterlibatan warga. Heteroglasia terlihat dari upaya menyatukan keberagaman masyarakat dalam menjaga lingkungan, meski partisipasi warga masih rendah. Dialogis tercermin melalui komunikasi dua arah lewat sosialisasi dan interaksi langsung. Poliponi menunjukkan adanya perubahan pola pikir warga karena kedekatan sosial dengan pengelola, walau respon belum sepenuhnya sesuai harapan. Karnaval tampak pada suasana komunikasi yang santai dan terbuka sehingga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan bank sampah. Kata kunci: Komunikasi Partisipatif, Bank Sampah, Pengelolaan Sampah, Lingkungan Berkelanjutan. AbstractThis study aims to analyze the implementation of participatory communication by the managers of Sekar 18 Waste Bank in increasing community participation in waste sorting from the source. The study used a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation. The analysis focused on four indicators of participatory communication: heteroglossia, dialogic, polyphony, and carnival. The findings show that these indicators were applied to build community involvement. Heteroglossia was reflected in efforts to unite community diversity in maintaining the environment, although participation remained low. Dialogic communication appeared through two-way interactions, socialization, and direct engagement with residents. Polyphony showed changes in residents’ mindsets influenced by social closeness with the managers, although responses were not always consistent. Meanwhile, carnival was reflected in a relaxed and open communication atmosphere that encouraged community participation in waste bank activities. Keywords: Participatory Communication ,Waste Bank, Waste Management, Sustainable Environment