Mustathi' Zulfa
Study Program of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Jenderal Soedirman University, Jl. Dr. Soeparno, Purwokerto Utara, Banyumas 53122, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FIRST CONFIRMED RECORD OF THE NEAR-THREATENED BOMBAY DUCK (Harpadon nehereus) IN CILACAP WATERS, INDONESIA: REKAMAN TERKONFIRMASI PERTAMA IKAN KADAL (Harpadon nehereus) YANG HAMPIR TERANCAM PUNAH DI PERAIRAN CILACAP, INDONESIA Sugeng Hartono; Novia Nurul Afiyah; Mustathi' Zulfa; Muhammad Browijoyo Santanumurti; Muyassar Hamid Abualreesh; Gondo Puspito; Muhammad Natsir Kholis
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 2 (2026): MAY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.278-290

Abstract

Identifikasi spesies yang akurat merupakan dasar penting untuk pengelolaan dan konservasi perikanan yang efektif di Indonesia, khususnya untuk spesies yang hampir terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ikan kadal (Harpadon nehereus) dari perairan Cilacap melalui analisis morfologi dan molekuler, mencatat temuan pertamanya di perairan Cilacap, dan menyediakan dasar ilmiah untuk kajian populasi, pengelolaan perikanan, dan konservasi. Identifikasi morfologi dilakukan berdasarkan karakteristik fisik, seperti bentuk, warna, dan ciri-ciri umum untuk kajian morfometri dan meristik, dengan berpanduan pada buku identifikasi. Konfirmasi molekuler dilakukan melalui DNA barcoding pada gen mitokondria COI. Primer Fish F1 dan Fish R1 digunakan, bersama dengan metode sekuensing dideoksi Sanger. Subfamili dikonfirmasi dengan adanya jari-jari bagian dalam sirip perut yang hampir sama panjang atau sedikit lebih panjang daripada jari-jari bagian luar. Genus diidentifikasi berdasarkan sisik garis lateral yang membesar dan memanjang sebagai lobus median sirip ekor. Jari-jari utama sirip ekor tidak bersisik, dan tubuhnya pipih. Spesies diidentifikasi sebagai H. nehereus karena sirip dada melampaui pangkal sirip punggung. Urutan genetik yang diperoleh (aksesi PV688437.1) menunjukkan identitas sekitar 96,928–99,495% dengan referensi sejenis dalam basis data global dan membentuk klad yang sama dengan urutan H. nehereus lainnya dalam analisis filogenetik, yang mengonfirmasi identitas genetiknya. Sebagai laporan pertama tentang H. nehereus yang dikonfirmasi di Cilacap, temuan ini memberikan data dasar yang penting untuk pengkajian stok, pengelolaan perikanan, dan upaya konservasi di perairan Indonesia.