Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
Vol. 17 No. 2 (2026): MAY 2026

FIRST CONFIRMED RECORD OF THE NEAR-THREATENED BOMBAY DUCK (Harpadon nehereus) IN CILACAP WATERS, INDONESIA: REKAMAN TERKONFIRMASI PERTAMA IKAN KADAL (Harpadon nehereus) YANG HAMPIR TERANCAM PUNAH DI PERAIRAN CILACAP, INDONESIA

Sugeng Hartono (Study Program of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Jenderal Soedirman University, Jl. Dr. Soeparno, Purwokerto Utara, Banyumas 53122, Indonesia)
Novia Nurul Afiyah (Study Program of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Jenderal Soedirman University, Jl. Dr. Soeparno, Purwokerto Utara, Banyumas 53122, Indonesia)
Mustathi' Zulfa (Study Program of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Jenderal Soedirman University, Jl. Dr. Soeparno, Purwokerto Utara, Banyumas 53122, Indonesia)
Muhammad Browijoyo Santanumurti (Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine, Airlangga University, Jl. Mulyorejo, Surabaya 60115, Indonesia)
Muyassar Hamid Abualreesh (1) Department of Marine Biology, Faculty of Marine Sciences, King Abdulaziz University, Al Oloum St., Jeddah 22254, Saudi Arabia
2) Center of Excellence for Environmental Studies (CEES), King Abdulaziz University, Idara St., Jeddah 22254, Saudi Arab)

Gondo Puspito (Department of Fisheries Resource Utilization, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University, Jl. Agatis, IPB Dramaga Campus, Bogor 16680, Indonesia)
Muhammad Natsir Kholis (Department of Fisheries Resources Utilization, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Riau University, Jl. Muchtar Lutfi, Pekanbaru 28293, Indonesia)



Article Info

Publish Date
16 Jun 2026

Abstract

Identifikasi spesies yang akurat merupakan dasar penting untuk pengelolaan dan konservasi perikanan yang efektif di Indonesia, khususnya untuk spesies yang hampir terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ikan kadal (Harpadon nehereus) dari perairan Cilacap melalui analisis morfologi dan molekuler, mencatat temuan pertamanya di perairan Cilacap, dan menyediakan dasar ilmiah untuk kajian populasi, pengelolaan perikanan, dan konservasi. Identifikasi morfologi dilakukan berdasarkan karakteristik fisik, seperti bentuk, warna, dan ciri-ciri umum untuk kajian morfometri dan meristik, dengan berpanduan pada buku identifikasi. Konfirmasi molekuler dilakukan melalui DNA barcoding pada gen mitokondria COI. Primer Fish F1 dan Fish R1 digunakan, bersama dengan metode sekuensing dideoksi Sanger. Subfamili dikonfirmasi dengan adanya jari-jari bagian dalam sirip perut yang hampir sama panjang atau sedikit lebih panjang daripada jari-jari bagian luar. Genus diidentifikasi berdasarkan sisik garis lateral yang membesar dan memanjang sebagai lobus median sirip ekor. Jari-jari utama sirip ekor tidak bersisik, dan tubuhnya pipih. Spesies diidentifikasi sebagai H. nehereus karena sirip dada melampaui pangkal sirip punggung. Urutan genetik yang diperoleh (aksesi PV688437.1) menunjukkan identitas sekitar 96,928–99,495% dengan referensi sejenis dalam basis data global dan membentuk klad yang sama dengan urutan H. nehereus lainnya dalam analisis filogenetik, yang mengonfirmasi identitas genetiknya. Sebagai laporan pertama tentang H. nehereus yang dikonfirmasi di Cilacap, temuan ini memberikan data dasar yang penting untuk pengkajian stok, pengelolaan perikanan, dan upaya konservasi di perairan Indonesia.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jtpk

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Education Library & Information Science

Description

Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan ...